Dugaan Pemotongan Gaji 17 Pegawai UPTD PSAA Ternate Terbongkar

Rabu, 25 Juni 2025 - 14:40 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Budi Sentosa, Ternate/Kepala UPTD Susan E. Garusim/Kadinsos Provinsi Malut Zen Kasim || dok : kasedata

Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Budi Sentosa, Ternate/Kepala UPTD Susan E. Garusim/Kadinsos Provinsi Malut Zen Kasim || dok : kasedata

Kasedata.id – Dugaan praktik tidak wajar mencuat di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Budi Sentosa, Kota Ternate, dibawah naungan Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara (Malut).

Sebanyak 17 pegawai dilaporkan mengalami pemotongan gaji sebesar Rp1 juta per orang untuk biaya kegiatan studi banding pada tahun lalu.

Yang lebih mencengangkan adalah sejumlah oknum anggota DPRD Provinsi Malut dari Komisi IV periode 2019- 2024 diduga turut menikmati dana tersebut saat mengikuti studi banding di Bandung tahun 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan praktik melanggar etik ini dibongkar oleh salah satu sumber internal UPTD PSAA.  Kepada kasedata.id, ia mengungkapkan bahwa setiap pegawai diminta menyetor dana pribadi sebesar Rp1 juta kepada anggota DPRD yang turut dalam perjalanan dinas mengekuti studi banding.

“Tahun 2024, beberapa pegawai ikut studi banding ke Bandung bersama Kepala UPTD dan sejumlah anggota DPRD periode sebelumnya. Saat disana, Kepala UPTD meminta kami menyerahkan uang Rp1 juta per orang kepada anggota DPRD,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Dua Skema Maluku Utara Tambah Kursi DPR RI

Menurutnya, permintaan tersebut sempat menuai penolakan dari sejumlah pegawai. Namun karena tekanan dari atasan akhirnya 17 pegawai menyerahkan dana tersebut. Dugaan praktik ini bahkan sempat disorot Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melakukan audit dalam pengelolaan anggaran perjalanan dinas.

Lanjut dia, setelah ada temuan BPK, ironisinya Kepala UPTD PSAA Susan E. Garusim justru mewajibkan para pegawai untuk ikut menanggung pengembalian dana temuan tersebut secara kolektif.

“Setelah ada temuan BPK, kami malah disuruh mengembalikan dana itu. Ada yang diminta bayar lebih dari Rp1 juta hingga Rp2 juta,” tambah sumber ini.

Ia menembahkan bahwa pengembalian dana tersebut bahkan dilakukan dengan cara mencicil lewat pemotongan gaji bulanan pegawai, masing-masing sebesar Rp500 ribu. “ Yang mengejutkan, saat gaji ke-13 dan THR kami cair, kami kembali dibuat geram karena potongan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya” ungkapnya.

Kepala UPTD- Kadis Sosial Bantah

Dikonfirmasi pada 23 Juni 2025, Kepala UPTD PSAA, Susan E. Garusim, membantah tudingan bahwa dirinya melakukan pemotongan gaji secara sepihak. Ia menyebut hal itu sepenuhnya kewenangan di Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga :  DPRD Halsel Dorong Tambahan Anggaran 4 OPD, Ini Peruntukannya

“Itu bukan kewenangan saya. Untuk urusan gaji PNS, semua diatur oleh Dinas Sosial. Potongan itu atas perintah Kepala Dinas kepada bendahara,” tegas Susan.

Susan menambahkan bahwa UPTD tidak memiliki kewenangan melakukan pemotongan gaji tanpa persetujuan dari Kepala Dinas maupun pegawai yang ikut perjalanan dinas.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosia Provinsil Maluku Utara, Zen Kasim, menyatakan terkaait kegiatan studi banding ke luar daerah merupakan upaya meningkatkan kualitas pelayanan panti sosial. Ia membantah adanya pemaksaan kepada pegawai.

“Kami ingin menjadikan PSAA sebagai panti percontohan di Maluku Utara. Studi banding itu penting. Biaya perjalanan DPRD ditanggung masing-masing lembaga. Yang kami fasilitasi hanya untuk akomodasi rapat dan konsumsi,” ujar Zen.

Zen juga menyebut bahwa tidak ada potongan gaji untuk menyuap atau memberikan uang kepada anggota dewan. Ia menyebut hanya sumbangan sebagai bentuk partisipasi dalam rangka efisiensi kegiatan karena keterbatasan anggaran.

“Tidak benar kalau disebut ada potongan. Yang ada hanyalah partisipasi sukarela karena memang anggaran kita terbatas,” pungkas Zen. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel
DPW Perbamida Gelar Muswil di Ternate, Sutarmini Terpilih Ketua DPP
Dari Drainase hingga Area Reklamasi, Reses Gus Jir Buka Deretan Persoalan Warga
BPN Ternate : Villa Lago Montana Sah Secara Hukum
Reses di SMAN 2 Ternate, Is Suaib Disodori Usulan Laboratorium Robotik dan Tunjangan Guru
Muhajirin Bailussy Serap Keluhan Warga Pulau Ternate, Masalah Infrastruktur hingga HPK Jadi PR
Warga Bukulasa Tagih Janji Politik Wali Kota Tidore
Husni Bopeng Tampung Aspirasi Warga Sulamadaha dari Petani sampai UMKM

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:35 WIT

Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:17 WIT

Dari Drainase hingga Area Reklamasi, Reses Gus Jir Buka Deretan Persoalan Warga

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:14 WIT

BPN Ternate : Villa Lago Montana Sah Secara Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:10 WIT

Reses di SMAN 2 Ternate, Is Suaib Disodori Usulan Laboratorium Robotik dan Tunjangan Guru

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:45 WIT

Muhajirin Bailussy Serap Keluhan Warga Pulau Ternate, Masalah Infrastruktur hingga HPK Jadi PR

Berita Terbaru

KONI Kota Ternate saat menggelar rapat evaluasi sekaligus pemantapan jelang keberangkatan kontingen PORPROV 2026 [dok : kasedata]

Olahraga

KONI Ternate Matangkan Keberangkatan Kontingen PORPROV Malut

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:39 WIT

Olahraga

Kolaborasi Malut United–Benfica, Fokus Bina Pemain Muda

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:26 WIT

Olahraga

Kesiapan KONI Ternate Capai 75 Persen Jelang PORPROV 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:35 WIT