Harita Nickel Buka Pelatihan Bahasa Mandarin, Jawab Tantangan Industri Global

Kamis, 31 Juli 2025 - 10:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta program PELITA mempelajari materi dari buku HSK sebagai bagian dari pelatihan Bahasa Mandarin yang akan dijalani selama 6-7 bulan ke depan. (Dok. Harita Nickel)

Peserta program PELITA mempelajari materi dari buku HSK sebagai bagian dari pelatihan Bahasa Mandarin yang akan dijalani selama 6-7 bulan ke depan. (Dok. Harita Nickel)

Kasedata.id – Di tengah geliat industri nikel yang kian kompetitif dan terbuka terhadap investasi asing, Harita Nickel kembali mengambil langkah strategis dalam pemberdayaan generasi muda. Melalui program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) yang kini memasuki batch ketiga, perusahaan ini mengarahkan fokus pelatihan pada kemampuan berbahasa Mandarin, bahasa yang kini memegang peranan penting dalam komunikasi industri global.

Setelah dua angkatan sebelumnya berhasil mencetak puluhan tenaga kerja terampil di bidang teknis, seperti operator untuk wheel loader dan overhead crane, kali ini Harita Nickel mempersiapkan pemuda dari desa Soligi dan Kawasi untuk menghadapi tantangan yang lebih global: komunikasi lintas budaya.

“PELITA bukan sekadar pelatihan keterampilan, tapi bagian dari strategi besar kami dalam membekali pemuda lokal dengan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Ifan Farianda, Community Development Manager Harita Nickel. “Kami ingin mereka punya daya saing, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga nasional bahkan internasional.”

Pemilihan bahasa Mandarin sebagai fokus pelatihan bukan tanpa alasan. Seiring meningkatnya kolaborasi dengan mitra kerja dari Tiongkok, komunikasi menjadi salah satu tantangan yang kerap muncul di lapangan. Harita Nickel merespons tantangan ini dengan membangun kapasitas anak-anak muda di sekitar wilayah operasionalnya.

“Bahasa Mandarin kini menjadi salah satu bahasa internasional paling strategis. Tenaga kerja lokal yang bisa menjembatani komunikasi tentu sangat dibutuhkan,” lanjut Ifan.

Untuk menyelenggarakan pelatihan ini, Harita Nickel menggandeng lembaga pelatihan bahasa berbasis di Jakarta yang juga memiliki jejaring internasional di Singapura. Program ini akan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan, dengan materi mencakup tiga level sertifikasi HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) yakni: HSK 1, HSK 2, dan HSK 3, yang merupakan standar internasional dalam penguasaan bahasa Mandarin.

Sebanyak 30 peserta terpilih dari desa Soligi dan Kawasi mengikuti pelatihan ini. Mereka dibagi dalam dua kelompok utama: kelas reguler untuk lulusan SMA yang belum bekerja, serta kelas pelajar bagi siswa SMA kelas dua dan tiga. Strategi ini, menurut Ifan, bertujuan memberikan bekal sejak dini sebelum para peserta masuk ke dunia kerja atau bahkan melanjutkan studi ke luar negeri.

Baca Juga :  Ramai di Medsos, Harita Nickel Bangun Fasilitas Reverse Osmosis di Kawasi, Apa Itu?

“Target kami adalah agar peserta dapat mencapai HSK level 3. Dengan sertifikasi ini, mereka sudah mampu melakukan komunikasi dasar dalam lingkungan kerja, termasuk sebagai penerjemah pemula atau staf administrasi,” jelasnya.

Namun, suksesnya program ini tak lepas dari dukungan banyak pihak. Ifan menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan keluarga peserta. “Kami percaya, jika semua elemen bekerja sama, hasilnya akan nyata: pemuda yang lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih berdaya.”

Melalui PELITA, Harita Nickel tak hanya membangun kompetensi individu, tetapi membawa desa-desa di pesisir pulau Obi menuju peta ekonomi global yang lebih besar.

Penulis : -

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Siaran Pers Harita Nickel

Berita Terkait

Gandeng Kompas, Harita Nickel Luncurkan Buku Keindahan Laut Pulau Obi
Pemanfaatan Sungai Akelamo Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga Kawasi
HUT Haltim ke-23, PT AJP Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Lewat Buku, Harita Nickel Angkat Potret Laut di Pulau Obi
Nuansa Kebersamaan dan Gotong Royong Warnai Kurban di Masjid Ajir Tabi’in Ngade
Soal RKAB, KATAM Dukung Pempus Cabut Izin Perusahaan Bermasalah 
Ramai di Medsos, Harita Nickel Bangun Fasilitas Reverse Osmosis di Kawasi, Apa Itu?
Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:25 WIT

Gandeng Kompas, Harita Nickel Luncurkan Buku Keindahan Laut Pulau Obi

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:31 WIT

Pemanfaatan Sungai Akelamo Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga Kawasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIT

HUT Haltim ke-23, PT AJP Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:31 WIT

Lewat Buku, Harita Nickel Angkat Potret Laut di Pulau Obi

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:04 WIT

Nuansa Kebersamaan dan Gotong Royong Warnai Kurban di Masjid Ajir Tabi’in Ngade

Berita Terbaru

Nuryadin Rachman

Daerah

Dana Hibah 11 Parpol di Ternate Masuk Tahap Pencairan

Rabu, 9 Sep 2026 - 22:46 WIT

Pendidikan

RSUD Chasan Boesoirie Dukung Penuh UMMU Buka FKG

Rabu, 9 Sep 2026 - 17:14 WIT

Prosesi MoU antara UMMU dan Klinik MDC Ternate [dok : Ani/kasedata]

Pendidikan

Perkuat Pendirian FKG UMMU, MDC Ternate Jadi Mitra Strategis

Rabu, 9 Sep 2026 - 08:07 WIT