Kades Bantah Isu Tunggakan Lahan PT Arumba Jaya Perkasa

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ilustrasi ai

Foto : ilustrasi ai

Kasedata.id — Sejumlah Kepala Desa (Kades) di wilayah lingkar tambang, Kabupaten Halmahera Timur, secara tegas membantah isu adanya tunggakan pembayaran lahan oleh PT Arumba Jaya Perkasa (AJP). Para perangkat desa ini telah memastikan bahwa seluruh proses pembebasan dan pembayaran lahan telah diselesaikan sebelum perusahaan memulai aktivitas operasionalnya.

Klarifikasi ini disampaikan secara bersama oleh Kepala Desa Saramake, Loleba, Yawal, dan Tanure sebagai respons atas informasi yang dinilai tidak berdasar serta berpotensi menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Poin-Poin Klarifikasi Kepala Desa

Kepala Desa Saramake menegaskan jalur angkut (hauling road) perusahaan tidak melintasi wilayah desanya. Sementara, fasilitas dermaga khusus (jetty) berada di wilayah Desa Loleba. Dengan demikian, tidak terdapat lahan warga Desa Saramake yang digusur ataupun belum dibayarkan.

Status Kawasan Hutan

Menanggapi klaim lahan di kawasan hutan, para kepala desa menjelaskan area tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Maka dalam konteks ini, PT AJP disebut telah memenuhi seluruh kewajiban pembayaran kepada negara sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Dukungan terhadap Operasional Perusahaan

Kepala Desa Loleba menegaskan komitmennya dalam mendukung keberadaan dan operasional perusahaan, terutama karena kontribusi PT AJP dalam menyerap tenaga kerja lokal dari desa-desa sekitar wilayah tambang.

Baca Juga :  Gunakan DID, Pemkot Ternate Prioritaskan Rehabilitasi Jalan 20 Titik

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengklaim kawasan hutan sebagai milik pribadi, karena hal itu dapat berimplikasi hukum di kemudian hari,” tegas Kepala Desa Saramake.

Para kepala desa berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri polemik yang berkembang di ruang publik. Mereka menegaskan bahwa hubungan antara masyarakat dan pihak perusahaan sejauh ini berjalan harmonis serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga di wilayah lingkar tambang. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Apresiasi Pembangunan Sabo Dam di Ternate Jadi Pelindung Ancaman Banjir
Pelta Malut : Smart Marsindo Berkontribusi bagi Warga Gebe
Karhutla di Kawasi Kembali Muncul, Pemadaman Terkendala Akses ke Titik Api
Ternate Tuan Rumah TPT PERHAPI, Mahasiswa Tambang Turun ke Lapangan
BWS Malut Tindak Tegas Pengerukan Sirtu Tanpa Izin di Sungai Ake Dolik
Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir
Gandeng Kompas, Harita Nickel Luncurkan Buku Keindahan Laut Pulau Obi
Pemanfaatan Sungai Akelamo Dukung Kebutuhan Air Bersih Warga Kawasi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:44 WIT

Apresiasi Pembangunan Sabo Dam di Ternate Jadi Pelindung Ancaman Banjir

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:22 WIT

Pelta Malut : Smart Marsindo Berkontribusi bagi Warga Gebe

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:49 WIT

Karhutla di Kawasi Kembali Muncul, Pemadaman Terkendala Akses ke Titik Api

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:41 WIT

Ternate Tuan Rumah TPT PERHAPI, Mahasiswa Tambang Turun ke Lapangan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:24 WIT

BWS Malut Tindak Tegas Pengerukan Sirtu Tanpa Izin di Sungai Ake Dolik

Berita Terbaru

Ekonomi

Dua Hari Pasar Murah, Cabai 1,4 Ton Ludes Terjual di Ternate

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:26 WIT

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi [dok : karno/kasedata]

Sula

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:30 WIT