Kasedata.id – Alun-Alun Sofifi, jantung Ibu Kota Sofifi (IKS), dipadati jamaah yang menghadiri Tabligh Akbar bersama mubaligh kondang nasional, Ustaz Das’ad Latif, Minggu (11/10/2026) malam. Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara itu menjadi momentum memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Tabligh Akbar tersebut turut diisi dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Imam Besar Masjid Raya Shafful Khairaat. Antusiasme masyarakat terlihat sejak selepas salat Magrib. Jamaah dari berbagai wilayah di Maluku Utara mulai memadati lokasi untuk menyimak langsung tausiyah dai kondang asal Sulawesi Selatan tersebut.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, yang hadir mengenakan busana putih, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap tausiyah yang disampaikan dapat memberikan manfaat serta memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sherly menegaskan, Maluku Utara merupakan rumah besar bagi sekitar 1,4 juta penduduk yang membutuhkan pembangunan berkelanjutan di berbagai sektor. Menurutnya, upaya membangun daerah harus berjalan seiring dengan penguatan pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, dan pembangunan infrastruktur untuk menopang ekonomi kerakyatan.
Ia memaparkan sejumlah fondasi pembangunan yang menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB, peningkatan layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) prioritas, serta penguatan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Mari kita semua di usia Maluku Utara ke-27 ini, mengajak bersama-sama membangun rumah besar ini menjadi lebih baik dan lebih kuat lagi,” kata Sherly.
Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara itu juga berharap Tabligh Akbar menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kasih sayang, serta membangun budaya saling memaafkan demi kemajuan daerah.
“Sesuai dengan tema HUT tahun ini, saya bersama Pak Sarbin memastikan bahwa pembangunan harus terasa, terasa bagi ibu-ibu, terasa bagi petani nelayan dan terasa bagi anak-anak kita,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Das’ad Latif mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menilai kehidupan yang damai merupakan nikmat besar yang patut disyukuri karena menjadi fondasi bagi masyarakat untuk bekerja, berdagang, dan memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kita patut bersyukur karena Maluku Utara hidup dalam keadaan damai. Dengan itu kita bisa berdagang, bisa bekerja, bisa mencari nafkah untuk keluarga. Kalau tidak aman, semua itu sulit dilakukan,” ujarnya.
Akademisi Universitas Hasanuddin tersebut juga mengingatkan umat Islam agar tidak hanya tekun menjalankan ibadah, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang orang yang mengalami kebangkrutan di akhirat akibat perbuatan buruk terhadap orang lain.
“Orang yang bangkrut bukan hanya yang tidak punya harta, tetapi orang yang datang dengan banyak pahala salat dan puasa, namun di dunia ia suka memfitnah, menzalimi, dan memutuskan silaturahmi. Akhirnya pahalanya habis untuk membayar kesalahan kepada orang lain,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap Tabligh Akbar tidak berhenti sebagai agenda seremonial peringatan hari jadi daerah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mendorong masyarakat menjadikan iman, ilmu, dan akhlak sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Memadatinya Alun-Alun Sofifi dan kawasan sekitarnya menjadi gambaran antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan. Momentum ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menimba ilmu, dan merawat kerukunan sebagai bagian penting dari perjalanan Maluku Utara memasuki usia ke-27 tahun. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi








