Kasedata.id – Gubernur Maluku Utara resmi menunjuk dr. Rosita Alkatiri sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Chasan Boesoirie (CB) menandai babak baru pembenahan layanan kesehatan di rumah sakit rujukan terbesar di daerah itu.
Penunjukan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Dibawah komando dr. Rosita, harapan besar disematkan untuk mempercepat transformasi layanan kesehatan yang profesional, modern, dan berpihak pada masyarakat.
Mengemban kepercayaan itu, dr. Rosita langsung menegaskan arah kepemimpinannya yakni, membangun tata kelola rumah sakit yang kuat, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas pelayanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“RSUD Chasan Boesoirie bukan hanya tempat berobat, tetapi ruang pengabdian. Karena itu, seluruh elemen tenaga medis, tenaga kesehatan, manajemen, hingga masyarakat harus bergerak bersama memastikan pelayanan terbaik bagi publik,” tegasnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menekankan, visi besar menjadikan RSUD sebagai institusi unggulan di bidang pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan penelitian bukan sekadar slogan. Visi itu harus diwujudkan melalui kerja nyata, terukur, dan berkelanjutan menuju Maluku Utara yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Di tengah kompleksitas tantangan sektor kesehatan, dr. Rosita menilai pendekatan lama sudah tidak memadai. Dibutuhkan lompatan cara kerja berbasis kolaborasi lintas sektor dan budaya kerja yang solid.
“Rumah sakit besar lahir dari kolaborasi besar. Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri. Semua harus bergerak dalam satu visi, pelayanan cepat, tepat, aman, dan manusiawi,” ujarnya.
Sejumlah langkah strategis pun langsung disiapkan. Mulai dari penguatan kualitas layanan dan keselamatan pasien, pembenahan tata kelola internal, hingga penegakan disiplin dan budaya kerja profesional.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama, seiring dorongan memperkuat peran RSUD sebagai pusat pendidikan dan penelitian kesehatan di Maluku Utara.
Di sisi lain, kepemimpinan baru ini juga mengusung pendekatan komunikasi yang lebih terbuka dan responsif, sebagai kunci membangun kembali kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit.
“Kami sadar, perubahan tidak bisa instan. Tapi dengan sinergi dan komitmen bersama, RSUD Chasan Boesoirie akan bergerak maju dan menjawab harapan masyarakat,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, dr. Rosita mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan bukan semata soal sistem dan fasilitas, tetapi juga soal integritas dan ketulusan.
“Yang kita bangun bukan hanya rumah sakit, tapi kepercayaan. Dengan kerja bersama, kami optimistis RSUD Chasan Boesoirie akan tampil sebagai rumah sakit rujukan yang unggul, terpercaya, dan membanggakan,” pungkasnya. (*)
Penulis : Sukarsi Muhdar
Editor : Redaksi

![Sosialisasi pendampingan hukum tentang Laporan Pertanggungjawaban yang berlangsung di Kantor KONI Kota Ternate [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260430_193425-225x129.jpg)




