Kasedata.id – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Surapati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Muktamar kali ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.” Kehadiran Presiden Prabowo menjadi penanda dimulainya forum permusyawaratan tertinggi NU yang akan membahas arah organisasi sekaligus berbagai agenda strategis untuk umat dan bangsa.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut jajaran pengurus NU dan peserta muktamar. Prosesi pembukaan diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan lagu Syubbanul Wathon.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nuansa religius semakin terasa saat ayat suci Al-Qur’an dilantunkan dan dilanjutkan dengan Selawat Badar. Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, K.H. Hasib Wahab Chasbullah, kemudian memimpin doa untuk mengawali rangkaian Muktamar ke-35 NU.
Ketua Panitia Muktamar, Syaifullah Yusuf, dalam laporannya menyampaikan bahwa muktamar diikuti pengurus NU dari berbagai tingkatan, termasuk perwakilan dari luar negeri.
Peserta resmi terdiri atas 38 pengurus wilayah, lebih dari 550 pengurus cabang, serta 33 pengurus cabang istimewa NU.
Namun, kemeriahan muktamar tak hanya datang dari peserta resmi. Puluhan ribu warga dari berbagai daerah diperkirakan turut memadati Jombang untuk menyaksikan sekaligus menjadi bagian dari perhelatan besar NU tersebut.
Syaifullah menyebut, sedikitnya 50 ribu “romlah” atau rombongan lilahi ta’ala diperkirakan hadir dengan berbagai cara. Ada yang datang berkelompok, ada pula yang berangkat seorang diri. Moda transportasinya pun beragam, mulai dari pesawat, kereta api, bus hingga kendaraan pribadi.
“Kami memperkirakan Muktamar ini juga akan dimeriahkan sekitar lebih dari 50 ribu ‘romlah’, rombongan lilahi ta’ala, yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air,” ungkap Syaifullah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU.
Prabowo menegaskan, NU bukan sekadar organisasi keagamaan, tetapi merupakan institusi bersejarah yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa, termasuk perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Ini kehormatan besar bagi saya, Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Presiden.
Setelah menyampaikan sambutan, Presiden Prabowo kemudian secara resmi membuka Muktamar ke-35 NU.
“Bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, hari Kamis, 27 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama,” ucapnya.
Pembukaan kemudian ditandai dengan tabuhan bedug oleh Presiden Prabowo. Suara bedug tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian persidangan Muktamar ke-35 NU.
Forum ini selanjutnya akan menjadi ruang bagi para peserta untuk membahas berbagai persoalan organisasi, merumuskan program kerja, menentukan arah kebijakan, serta melahirkan rekomendasi bagi kemaslahatan umat dan bangsa.
Dari Tambakberas, Jombang, Muktamar ke-35 NU pun resmi dimulai. Bukan sekadar forum pergantian dan penataan organisasi, tetapi juga momentum untuk kembali meneguhkan khidmah NU di tengah dinamika bangsa yang terus bergerak. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi




![Akademisi Universitas Khairun Dr. Muamil Sunan [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/08/Merah-Putih-Hitam-Modern-Sederhana-Proposal-Kegiatan-Kemerdekaan-Presentasi_20260828_020208_0000-225x129.jpg)


![Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly [dok : kasedata.id]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/08/Picsart_26-08-24_17-51-19-872-225x129.jpg)