Ternate, Kota Rempah Bukan Sekadar Slogan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Ternate saat membuka rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Benteng Oranje, Rabu (26/8/2026).

Wali Kota Ternate saat membuka rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Benteng Oranje, Rabu (26/8/2026).

Kasedata.id — Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan identitas Ternate sebagai Kota Rempah bukan sekadar slogan. Tetapi bagian dari upaya membangun kota yang berbudaya, berdaulat, inovatif dan berkeadilan.

Hal itu disampaikan Tauhid saat membuka rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Benteng Oranje, Kota Ternate, Rabu (26/8/2026).

Dalam sambutannya, Tauhid menyampaikan selamat datang kepada para peserta Rakernas JKPI di negeri asal rempah. Ia mengajak seluruh pihak menghidupkan kembali semangat persatuan masyarakat Maluku Utara melalui filosofi “Marimoi Ngone Futuru” dalam bingkai Moloku Kie Raha.

Menurutnya, Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah dunia. Pala dan cengkeh tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi turut memengaruhi dinamika politik dan perdagangan global.

“Rempah-rempah bukan hanya komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah politik dunia yang menarik berbagai kekuatan global ke Nusantara,” kata Tauhid.

Ia mengatakan, sejarah perdagangan rempah harus menjadi pelajaran penting bagi generasi saat ini. Maluku Utara pada masa lalu, bukan sekadar objek dalam perdagangan global. Tetapi juga aktor yang aktif mempertahankan kedaulatan atas kekayaan alam dan wilayahnya.

Baca Juga :  Karnaval JKPI, Jalan di Ternate Direkayasa

Tauhid menilai Rakernas JKPI XII menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kota-kota pusaka di Indonesia yang memiliki keterhubungan sejarah, sosial, ekonomi, politik hingga keagamaan melalui jalur perdagangan rempah.

Selain agenda utama Rakernas, Pemerintah Kota Ternate juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung seperti festival gastronomi dan kegiatan pra-Rakernas berupa kolaborasi bersama budayawan dan jurnalis senior Taufik Rahzen, komunitas kreatif serta pegiat literasi rempah melalui kegiatan “Pustaka Kopi & Film” di Benteng Oranje.

Menurut Tauhid, berbagai kegiatan itu diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menghubungkan kembali sejarah kejayaan rempah dengan tantangan pembangunan di masa kini.

Ia mengatakan tantangan pemerintah daerah saat ini berbeda dengan masa lalu. Persoalan keadilan sosial, ketimpangan ekonomi, tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik membutuhkan strategi serta inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Earth Hour 2025, Wali Kota Ternate Ajak Masyarakat Padamkan Lampu Selama Satu Jam

“Politik lokal harus memastikan kesetaraan dan responsivitas. Setiap warga memiliki kedudukan yang sama di mata hukum serta memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam memperoleh pelayanan,” ujarnya.

Tauhid menekankan pentingnya pemerintah daerah menggali potensi lokal secara bijaksana dan adil. Potensi ekonomi, budaya, sejarah dan sumber daya lokal, kata dia, harus dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, ia menilai kebudayaan memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan perkotaan.

Identitas budaya lokal yang berakar pada nilai-nilai luhur, kata Tauhid, serta penguatan kelembagaan sosial melalui kearifan lokal dapat menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.

Karena itu, semangat Ternate sebagai Kota Rempah harus diterjemahkan dalam pembangunan yang tidak hanya mengedepankan sejarah dan kebudayaan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan
PPK PUPR Malut Buka Data Teknis Fondasi Jembatan Togoreba Tua-Tolabi
Kredit ASN Macet di BRI, BPKAD Malut Bongkar Kendala SP2D Online
Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III
Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai
Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga
Sherly Tjoanda Tembus Peringkat Kedua Gubernur Pilihan Anak Muda Nasional
Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:15 WIT

Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:14 WIT

PPK PUPR Malut Buka Data Teknis Fondasi Jembatan Togoreba Tua-Tolabi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIT

Kredit ASN Macet di BRI, BPKAD Malut Bongkar Kendala SP2D Online

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:46 WIT

Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIT

Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai

Berita Terbaru

Daerah

Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:46 WIT

Pembacaan Surat Yasin dan lantunan doa oleh pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara di makam mendiang H. Mudaffar Sjah, Sultan ke-48. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:21 WIT