Gandeng Kompas, Harita Nickel Luncurkan Buku Keindahan Laut Pulau Obi

Rabu, 9 September 2026 - 09:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran secara simbolik buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang: Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat oleh Vice President Environmental Marine HSE Harita Nickel Windy Prayogo, Kepala Pusat Mutu Pasca Panen Kementerian Kelautan dan Perikanan Catur Sarwanto, Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Fajar Kurniawan, CEO KG Media Andy Kumala, Komisaris Utama Harita Nickel Donald J Hermanus, Executive Vice President Corporate Communications Harita Nickel Haviez Gautama, Executive Vice President Environmental Affairs Harita Nickel Iwan Syahroni (dari kiri ke kanan) pada Selasa 8 September 2026 di Kompas Institut, Jakarta.

Peluncuran secara simbolik buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang: Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat oleh Vice President Environmental Marine HSE Harita Nickel Windy Prayogo, Kepala Pusat Mutu Pasca Panen Kementerian Kelautan dan Perikanan Catur Sarwanto, Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Fajar Kurniawan, CEO KG Media Andy Kumala, Komisaris Utama Harita Nickel Donald J Hermanus, Executive Vice President Corporate Communications Harita Nickel Haviez Gautama, Executive Vice President Environmental Affairs Harita Nickel Iwan Syahroni (dari kiri ke kanan) pada Selasa 8 September 2026 di Kompas Institut, Jakarta.

Kasesadata.id — Harita Nickel meluncurkan buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang : Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Buku ini mendokumentasikan keanekaragaman ikan karang di perairan pesisir barat Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, lengkap dengan informasi mengenai karakteristik, sebaran, habitat, serta perannya dalam ekosistem.

Penerbitan buku ini merupakan kolaborasi Harita Nickel dengan Penerbit Buku Kompas untuk mengembangkan hasil pemantauan keanekaragaman hayati laut menjadi sumber informasi dan edukasi yang dapat diakses masyarakat luas.

Peluncuran buku tersebut digelar pada Selasa (8/9/2026) di Kompas Institute, Palmerah, Jakarta. Publikasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengembangkan pengelolaan lingkungan berbasis data dan pengetahuan, sekaligus memperluas pemanfaatan hasil pemantauan keanekaragaman hayati laut sebagai sumber informasi dan edukasi bagi masyarakat.

Direktur Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel, Ir. Drs. Tonny H. Gultom, Dipl.Hy.Eng., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., mengatakan dokumentasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengenali sekaligus menjaga kekayaan alam di sekitar wilayah operasional.

“Bagi Harita Nickel, tanggung jawab lingkungan tidak berhenti pada praktik industri yang berkelanjutan. Komitmen terhadap keberlanjutan juga mencakup upaya merawat, mengenali, dan mengabadikan kekayaan alam yang ada di sekitar, khususnya kawasan yang menjadi pusat kehidupan laut tropis seperti Pesisir Barat Pulau Obi. Laut Pesisir Barat Pulau Obi menyimpan potensi hayati luar biasa. Keanekaragaman organisme yang hidup di dalamnya tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga menyimpan nilai edukatif dan sosial yang tinggi,” ujar Tonny.

Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada dokumentasi visual yang berasal dari hasil pengamatan langsung di lapangan. Foto-foto ikan karang diambil oleh tim Marine Environment Harita Nickel dalam kegiatan pemantauan bawah laut di perairan pesisir barat Pulau Obi. Setiap foto menjadi bagian dari catatan pengamatan lapangan yang dilengkapi dengan informasi mengenai karakteristik ikan, habitat, dan konteks keberadaannya dalam ekosistem.

Baca Juga :  Hingga Februari, Realisasi PAD Kota Ternate Capai 14 Persen 

Keragaman yang terekam dalam buku memperlihatkan berbagai karakter ikan karang dan perannya dalam ekosistem. Diantaranya adalah ikan Napoleon wrasse dari kelompok Labridae, spesies berukuran besar yang menjadi bagian dari komunitas ikan karang di perairan tropis. Parrotfish dari famili Scaridae yang dikenal sebagai pemakan alga, butterflyfish dari famili Chaetodontidae yang memiliki hubungan erat dengan habitat karang serta grouper atau kerapu dari famili Epinephelidae memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Dokumentasi juga mencakup surgeonfish dari famili Acanthuridae yang turut berperan dalam menjaga keseimbangan kehidupan di terumbu karang serta kelompok trevally atau Carangidae, termasuk bobara, yang memiliki karakteristik ikan pelagis dengan kemampuan adaptasi untuk bergerak aktif di perairan terbuka.

Lebih dari sekadar arsip visual, penyusunan buku ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengembangkan hasil pemantauan sebagai media informasi dan edukasi mengenai keanekaragaman hayati laut Indonesia yang menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung konservasi berbasis sains dan Pendidikan publik kata Tonny.

Buku ikan karang ini menjadi seri pertama dari rangkaian publikasi mengenai keanekaragaman hayati laut di Pulau Obi. Ke depan, dokumentasi akan dilanjutkan dengan seri mengenai terumbu karang dan makrobenthos sebagai bagian dari upaya memperluas basis informasi mengenai ekosistem laut di wilayah tersebut.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba menyambut baik penerbitan buku tersebut. Ia menilai dokumentasi kekayaan bahari dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi lingkungan laut Halmahera Selatan kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga :  Senin, Pemkot Ternate Salurkan Insentif Imam dan Guru TPQ

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat demi menjaga laut sekaligus memastikan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan,” tutur Bassam.

Dari perspektif akademis, Guru Besar Manajemen Kesehatan Ikan Universitas Khairun, Prof. Dr. Muh. Aris, S.Pi., M.P., memandang dokumentasi keanekaragaman hayati dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lingkungan yang berbasis pengetahuan dan data. Praktik pertambangan yang baik, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem.

Sementara itu, Ahli Genetika Ikan Universitas Sam Ratulangi, Dr. Ir. Ari Berty Rondonuwu, M.Sc., M.Si., menilai publikasi mengenai ikan karang memiliki nilai edukasi yang penting bagi generasi muda, terutama untuk mengenalkan kekayaan hayati yang berada di lingkungan mereka sendiri.

“Saat anak-anak di Pulau Obi mulai bisa menyapa nama dan mengenali rupa ikan di halaman rumah mereka sendiri, di situlah benih rasa memiliki dan kesadaran menjaga alam tumbuh paling kuat,” tutur Ari.

Melalui publikasi ini, hasil pemantauan bawah laut perairan wilayah operasional Harita Nickel dikembangkan menjadi pengetahuan yang dapat diakses dan dimanfaatkan secara lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati berbasis data, meningkatkan literasi lingkungan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut Indonesia khususnya Pulau Obi, yang selaras dengan semangat Sustainable Development Goal (SDG) 14: Life Below Water, terutama dalam mendorong peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta pengelolaan ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan
PPK PUPR Malut Buka Data Teknis Fondasi Jembatan Togoreba Tua-Tolabi
Kredit ASN Macet di BRI, BPKAD Malut Bongkar Kendala SP2D Online
Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III
Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai
Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga
Sherly Tjoanda Tembus Peringkat Kedua Gubernur Pilihan Anak Muda Nasional
Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:15 WIT

Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:14 WIT

PPK PUPR Malut Buka Data Teknis Fondasi Jembatan Togoreba Tua-Tolabi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIT

Kredit ASN Macet di BRI, BPKAD Malut Bongkar Kendala SP2D Online

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:46 WIT

Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIT

Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai

Berita Terbaru

Daerah

Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:46 WIT

Pembacaan Surat Yasin dan lantunan doa oleh pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara di makam mendiang H. Mudaffar Sjah, Sultan ke-48. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:21 WIT