Kasedata.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, memastikan pemenuhan kebutuhan rebana bagi kelompok qasidah di Maluku Utara. Tak tanggung-tanggung, Sherly menaikkan alokasi pengadaan dari 300 menjadi 500 rebana agar kebutuhan kelompok seni religi tersebut dapat dituntaskan tahun ini.
Komitmen itu disampaikan Sherly saat menutup Festival Qasidah Rebana IV Audisi Kota Ternate di Benteng Oranje, Sabtu malam (24/10/2026).
Keputusan tersebut disambut tepuk tangan peserta dan hadirin. Sherly mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, kebutuhan rebana mencapai 400 unit. Namun, ia memutuskan menambah alokasi menjadi 500 unit agar dukungan terhadap kelompok qasidah lebih optimal.
“Tadi saya tanya, yang dibutuhkan total 400. Tahun ini saya masukkan di anggaran perubahan 300. Ya sudah kita bulatkan saja langsung 500 rebana tahun ini, biar tuntas,” tegas Sherly.
Bagi Sherly, dukungan terhadap qasidah rebana tidak boleh berhenti pada penyediaan alat musik. Pemerintah juga perlu membuka peluang agar keterampilan yang dimiliki kelompok-kelompok Muslimat NU berkembang menjadi aktivitas produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi para anggotanya.
“PR kita bagaimana dari hobi, menjadi keterampilan, kemudian bisa jadi cuan. Bagaimana caranya kelompok-kelompok yang sudah menang ini bisa diundang mengisi kegiatan budaya, kesenian, dan keagamaan di provinsi, sehingga ibu-ibu tidak hanya keluar biaya tapi ada pemasukan,” ujarnya.
Sherly mendorong kelompok qasidah yang telah terbentuk dan berprestasi agar mendapat ruang tampil dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah, agenda kebudayaan, maupun kegiatan keagamaan.
Dengan begitu, aktivitas seni religi tidak hanya menjadi sarana menyalurkan minat dan menjaga tradisi, tetapi juga berpeluang membuka sumber pendapatan bagi kelompok perempuan.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas melalui pelatihan yang terarah. Sherly meminta Muslimat NU Maluku Utara mengusulkan program pelatihan dengan menghadirkan pelatih nasional untuk meningkatkan kapasitas para pelatih lokal.
“Jika mau ada pelatihan, diusulkan saja. Kita undang pelatih nasional datang ke sini melatih pelatih kita,” katanya.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan daya saing kelompok qasidah rebana Maluku Utara pada penyelenggaraan berikutnya.
Tak hanya menyasar kelompok perempuan, Sherly juga menginginkan seni qasidah rebana lebih dekat dengan generasi muda.
Ia mendorong Muslimat NU menjalin kolaborasi dengan komunitas anak muda agar pada tahun depan muncul kelompok qasidah dari kalangan generasi muda dengan karakter, genre, dan kreativitas masing-masing.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan seni religi agar tetap berkembang dan mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai budayanya.
Sherly juga mengakui pelaksanaan audisi tahun ini belum semeriah tahun-tahun sebelumnya akibat kendala teknis anggaran. Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat berlangsung lebih baik, dengan audisi di 10 kabupaten/kota serta total hadiah yang lebih besar.
Festival Qasidah Rebana IV merupakan agenda tahunan yang akan berlanjut ke babak final pada 16–17 November 2026 di Kota Ternate.
Sherly menyebutkan, sekitar 20 grup dari berbagai kabupaten/kota akan berlaga pada babak final tersebut. Jika tidak ada halangan, kegiatan itu juga direncanakan dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.
Penutupan festival ditandai dengan pemukulan rebana bersama oleh Gubernur Sherly, Ketua PW Muslimat NU Maluku Utara, dewan juri, dan tamu undangan, yang diiringi lagu bersama seluruh hadirin.
Dalam festival tersebut, panitia juga mengumumkan para pemenang dengan bonus hadiah sebesar Rp 3 juta untuk juara pertama, Rp 2 juta untuk juara kedua, dan Rp 1 juta untuk juara ketiga. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi







