Kasedata.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-XI dirangkaikan dengan dialog publik bertajuk “Dinamika Intelektual UMMU for Desain Das Solien”, di lantai I FISIP UMMU, Senin (26/10/2026).
Mubes ke-XI mengusung tema “Refungsionalisasi Peran HMPS Sosiologi Menuju Kemandirian” dibuka oleh Dekan FISIP UMMU Ambrul Djana, S.Sos., M.Si.
Rangkaian dialog itu menjadi ruang diskusi untuk membahas dinamika intelektual di lingkungan kampus seperti peran mahasiswa dalam menjaga tradisi berpikir kritis dan mengembangkan kehidupan akademik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dialog itu menghadirkan pemateri yakni Siti Munadia, M.Psi. Dr. Rahmat Abdulfatah, Dr. Abdurahman Kader, M.Si. Ketiganya membahas dinamika intelektual kampus melalui perspektif psikologi, sosiologi, dan akademik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri mahasiswa dan perwakilan organisasi Cipayung. Kehadiran berbagai elemen mahasiswa diharapkan memperkaya pertukaran gagasan dan memperluas diskusi mengenai kehidupan intelektual di lingkungan kampus.
Ketua Panitia Mubes Julkifran Jainudin, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan memilih ketua umum HMPS Sosiologi periode 2026–2027, tetapi juga menjadi momen mengevaluasi peran dan fungsi organisasi mahasiswa.
“ Ini adalah momentum untuk mengevaluasi sejauh mana HMPS selama ini menjalankan fungsinya sebagai wadah tempat mahasiswa berproses,” ujarnya.
Menurut Julkifran, dialog publik juga menjadi ruang untuk membahas tantangan kehidupan kampus dalam menjaga nilai-nilai intelektual. Ia menilai kampus seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara akademik bukan justru membatasi proses intelektual mereka.
“Hari ini kampus tidak lagi menjadi tempat untuk berproses, melainkan penjara bagi kaum intelektual. Kampus harusnya menjadi tempat mahasiswa untuk berkembang secara akademik,” katanya.
Ketua Umum HMPS Sosiologi UMMU periode sebelumnya, Rila Marwan, menegaskan Mubes bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali fungsi dan tanggung jawab organisasi dalam kehidupan mahasiswa.
“Melalui tema Refungsionalisasi Peran HMPS Sosiologi Menuju Kemandirian, saya ingin menegaskan bahwa HMPS bukan hanya organisasi yang hidup melalui program kerja, tetapi harus menjadi ruang tumbuhnya kesadaran intelektual, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif mahasiswa,” ungkapnya.
Ia mengakui, perjalanan kepengurusan sebelumnya masih memiliki kekurangan yang perlu dievaluasi bersama. Karena itu, Mubes diharapkan menjadi ruang belajar untuk memperkuat komitmen dan merumuskan arah organisasi yang lebih baik.
Rila juga menekankan pentingnya melalui dialog membuka ruang diskusi kritis bagi mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan di lingkungan kampus.
“Saya berharap dialog publik ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang pertukaran pikiran yang mampu mendorong mahasiswa lebih peka terhadap dinamika kampus dan berani mengambil peran,” tuturnya. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar







