Mubes Sosiologi UMMU, Ajak Mahasiswa Rawat Tradisi Intelektual

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-XI dirangkaikan dengan dialog publik bertajuk “Dinamika Intelektual UMMU for Desain Das Solien”, di lantai I FISIP UMMU, Senin (26/10/2026).

Mubes ke-XI mengusung tema “Refungsionalisasi Peran HMPS Sosiologi Menuju Kemandirian” dibuka oleh Dekan FISIP UMMU Ambrul Djana, S.Sos., M.Si.

Rangkaian dialog itu menjadi ruang diskusi untuk membahas dinamika intelektual di lingkungan kampus seperti peran mahasiswa dalam menjaga tradisi berpikir kritis dan mengembangkan kehidupan akademik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dialog itu menghadirkan pemateri yakni Siti Munadia, M.Psi. Dr. Rahmat Abdulfatah, Dr. Abdurahman Kader, M.Si. Ketiganya membahas dinamika intelektual kampus melalui perspektif psikologi, sosiologi, dan akademik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri mahasiswa dan perwakilan organisasi Cipayung. Kehadiran berbagai elemen mahasiswa diharapkan memperkaya pertukaran gagasan dan memperluas diskusi mengenai kehidupan intelektual di lingkungan kampus.

Baca Juga :  Prodi Tambang Unkhair Perkuat Kurikulum Berbasis OBE

Ketua Panitia Mubes Julkifran Jainudin, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan memilih ketua umum HMPS Sosiologi periode 2026–2027, tetapi juga menjadi momen mengevaluasi peran dan fungsi organisasi mahasiswa.

“ Ini adalah momentum untuk mengevaluasi sejauh mana HMPS selama ini menjalankan fungsinya sebagai wadah tempat mahasiswa berproses,” ujarnya.

Menurut Julkifran, dialog publik juga menjadi ruang untuk membahas tantangan kehidupan kampus dalam menjaga nilai-nilai intelektual. Ia menilai kampus seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara akademik bukan justru membatasi proses intelektual mereka.

“Hari ini kampus tidak lagi menjadi tempat untuk berproses, melainkan penjara bagi kaum intelektual. Kampus harusnya menjadi tempat mahasiswa untuk berkembang secara akademik,” katanya.

Ketua Umum HMPS Sosiologi UMMU periode sebelumnya, Rila Marwan, menegaskan Mubes bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali fungsi dan tanggung jawab organisasi dalam kehidupan mahasiswa.

Baca Juga :  Sosiologi FISIP UMMU, Ruang Belajar Membaca Realitas Sosial

“Melalui tema Refungsionalisasi Peran HMPS Sosiologi Menuju Kemandirian, saya ingin menegaskan bahwa HMPS bukan hanya organisasi yang hidup melalui program kerja, tetapi harus menjadi ruang tumbuhnya kesadaran intelektual, solidaritas, dan tanggung jawab kolektif mahasiswa,” ungkapnya.

Ia mengakui, perjalanan kepengurusan sebelumnya masih memiliki kekurangan yang perlu dievaluasi bersama. Karena itu, Mubes diharapkan menjadi ruang belajar untuk memperkuat komitmen dan merumuskan arah organisasi yang lebih baik.

Rila juga menekankan pentingnya melalui dialog membuka ruang diskusi kritis bagi mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan di lingkungan kampus.

“Saya berharap dialog publik ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang pertukaran pikiran yang mampu mendorong mahasiswa lebih peka terhadap dinamika kampus dan berani mengambil peran,” tuturnya. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

21.773 Siswa Ikuti TKA, Dikbud Malut Atasi Kendala Teknis di Hari Pertama
Dikbud Malut Wajibkan Bahasa Daerah Hadir dalam Upacara Sumpah Pemuda
Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan
Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa
Kadikbud Malut dan Jajaran Jangkau 11 Sekolah di Taliabu, Sulitnya Akses Pendidikan Terungkap
Diklat 110 Bendahara Sekolah, Dikbud Malut Tegas Soal Anggaran
Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar
HUT ke-27 Malut Bukan Sekadar Seremoni, Dikbud Gembleng Generasi Berkarakter

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIT

21.773 Siswa Ikuti TKA, Dikbud Malut Atasi Kendala Teknis di Hari Pertama

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:13 WIT

Dikbud Malut Wajibkan Bahasa Daerah Hadir dalam Upacara Sumpah Pemuda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:41 WIT

Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55 WIT

Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:03 WIT

Kadikbud Malut dan Jajaran Jangkau 11 Sekolah di Taliabu, Sulitnya Akses Pendidikan Terungkap

Berita Terbaru