Barangka Gamalama Penuh Sampah, Pemkot Ternate Diminta Bertindak

Minggu, 7 Desember 2025 - 23:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpukan sampah di Kali Mati (Barangka) tepatnya di belakang Rusunawa Gamalama Ternate [Foto : sukarsi/kasedata]

Penumpukan sampah di Kali Mati (Barangka) tepatnya di belakang Rusunawa Gamalama Ternate [Foto : sukarsi/kasedata]

Kasedata.id – Pemerintah Kota Ternate kembali disorot akibat penumpukan sampah di Kali Mati atau Barangka, tepat di belakang Rusunawa Gamalama, Minggu (7/12/2025). Kondisi ini dinilai mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas pedagang maupun warga sekitar.

Hasil pantauan Kasedata.id menunjukkan, tumpukan sampah berserakan di badan kali dan berada persis disisi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pasar pakaian bekas di Kelurahan Gamalama. Meski dekat dengan titik pengelolaan sampah, namun di area ini disebut sangat jarang dilakukan.

NA, salah satu pedagang setempat mengakui kondisi ini sudah berlangsung lama. Ia menyebut barangka (kali mati) itu hanya dibersihkan sekitar setahun sekali.

“Barangka ini jarang dibersihkan padahal dekat sekali dengan TPA. Kadang dibersihkan, kadang tidak. Ya, hitung-hitung setahun sekali,” ujarnya.

Yang lebih memiriskan, kata NA, saat hujan deras dan terjadi luapan banjir. Sampah dari Kali Mati ikut hanyut menuju laut di area jembatan Masjid Raya Ternate, bahkan sampai ke aliran jembatan dekat Pasar Higienis Gamalama. Selain mencemari laut, bau menyengat kerap mengganggu kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar.

Baca Juga :  Pemkot Ternate Konsolidasi Sigofi Gam Jelang Ramadan

NA mengaku para pedagang sering kali merasa risih.

“Kalau hujan dan banjir, pasti baunya sangat menyengat. Mau tidak mau terpaksa kami hirup. Mau bagaimana lagi,” keluhnya.

Ia berharap bahwa Pemkot Ternate mengambil langkah cepat dan rutin dalam membersihkan kawasan tersebut. Menurutnya, penanganan serius diperlukan agar sampah tidak lagi mencemari laut maupun udara di kawasan Gamalama. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir
Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara
Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa
Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat
Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya
Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:16 WIT

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:28 WIT

Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara

Rabu, 30 September 2026 - 19:49 WIT

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIT

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:49 WIT