Angka Stunting Menurun, Dinas P3AKB Fokus Upaya Pencegahan

Kamis, 15 Mei 2025 - 21:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasedata.id Angka kasus stunting di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), turun 4 persen pada Januari-Maret 2025. Berdasarkan data data EPPGBM Dinas Kesehatan Halsel, penurunan 4 persen ini melalui intervensi pelayanan posyandu (penimbangan tinggi badan) yang dilaksanakan setiap bulan dengan sasaran pengukuran balita 18. 419. Balita yang diukur 16.144. Anak stunting 688 pada bulan Maret 2025.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Halmahera Selatan, Karima Nasaruddin, mengatakan bahwa angka stunting di Halmahera Selatan sudah spesifik menurun diangka 4 persen menurut data dari dinas kesehatan melalui posyandu yang tercover hingga bulan Maret 2025.

“Kalau berdasarkan data dari survei kesehatan Indonesia pada tahun 2024 angka stunting di Halmahera Selatan masih sekitar 30,1 persen. Jadi hingga Maret 2025 turun diangka 4 persen,” ungkap Karima kepada wartawan, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (15/5/2025).

Menurutnya, angka ini selalu menurun dari tahun ke tahun, sehingga pihaknya berharap angka ini selalu mengalami penurunan hingga 0 persen

“Untuk upaya pencegahan stanting Dinas Pemberdayaan perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana rutin melakukan kegiatan Tribina yang meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL),” terangnya.

Program ini, kata dia, tujuannya untuk mendukung penurunan angka stunting. Terlebih, kalau ada pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil dan anak-anak usia 2 tahun kebawa untuk pencegahan stunting.

Baca Juga :  Dikbud Maluku Utara Hadirkan “Satu Panggung Seribu Talenta” di Sofifi Semarakkan HUT ke-81 RI

“Tribina bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang, baik secara fisik, motorik, kecerdasan emosional, dan sosial ekonomi dengan sebaik-baiknya kepada balita dan anak remaja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Karima menyebut pencegahan stunting bukan dari balita tapi dari remaja, sehingga dalam program Tribina ada Bina keluarga remaja. Hal ini karena remaja merupakan kelompok yang memiliki andil besar dalam menghasilkan keturunan di masa depan.

“Tribina juga berguna meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan masa usia lanjut yang produktif, mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Redaksi

Berita Terkait

80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung
Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa
21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda
Sekolah Kedinasan Jadi Rebutan, 198 Peserta Malut Adu Strategi di Simulasi CAT
Nurcholis, Dokter Spesialis Saraf Pulang Mengabdi di Bumi Hibualamo
Dari Sirah ke Aksi, Muslimat-Fatayat NU Malut Perkuat Ketahanan Keluarga
RSU Tidore Dukung FKG UMMU
Abdullah Assagaf Ditahan, Wagub Malut : Kalau Salah Silakan Diproses

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIT

80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung

Senin, 7 September 2026 - 19:15 WIT

Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIT

21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda

Senin, 7 September 2026 - 16:11 WIT

Sekolah Kedinasan Jadi Rebutan, 198 Peserta Malut Adu Strategi di Simulasi CAT

Minggu, 6 September 2026 - 22:40 WIT

Dari Sirah ke Aksi, Muslimat-Fatayat NU Malut Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru