Kasedata.id – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara, Mardia Z. Hanafi, menegaskan bahwa Fatayat NU siap mengambil peran strategis sebagai motor penggerak pemberdayaan perempuan melalui penguatan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Pernyataan tersebut disampaikan Mardia dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Wilayah Fatayat NU Maluku Utara, Kamis (16/7/2026. Menurutnya, Fatayat NU tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mampu mendorong lahirnya perempuan tangguh, mandiri, dan produktif dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Fatayat NU bukan sekadar organisasi keagamaan, tetapi motor penggerak peradaban dan kesejahteraan sosial. Sudah saatnya perempuan menjadi aktor utama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput,” tegas Mardia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan, Maluku Utara sebagai daerah kepulauan yang kaya akan potensi sumber daya alam membutuhkan kontribusi nyata perempuan dalam mengembangkan usaha berbasis koperasi. Menurutnya, ketika perempuan memiliki kemandirian ekonomi, maka ketahanan keluarga, kualitas pendidikan anak, hingga kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat.
Mengusung tema “Memperkuat Peran Fatayat NU Maluku Utara dalam Mewujudkan Koperasi Perempuan yang Sehat, Mandiri, dan Berkontribusi pada Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pembangunan Nasional,” Fatayat NU berkomitmen menjadikan koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis nilai ta’awun (tolong-menolong) dan gotong royong.
Mardia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya Dinas Koperasi dan UKM, serta kehadiran Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia yang dinilainya menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap penguatan koperasi perempuan.
“Kehadiran Ibu Wakil Menteri Koperasi menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus bergerak. Ini menunjukkan bahwa perempuan dan koperasi merupakan pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, jajaran pemerintah daerah, PWNU Maluku Utara, Muslimat NU, para ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan organisasi.
Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, Mardia berpesan agar menjadikan amanah organisasi sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar jabatan.
“Jabatan bukan mahkota kebanggaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Bekerjalah dengan ikhlas, penuh integritas, terus belajar, dan hadirkan perubahan melalui kerja nyata yang konsisten,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Mardia mengajak seluruh kader Fatayat NU memperkuat persatuan, memperluas kolaborasi, dan terus menghadirkan karya yang berdampak bagi masyarakat.
“Tidak ada perjuangan besar yang dapat dilakukan sendirian. Bersama kita kuat, bersatu kita maju. Bersama Fatayat NU, kita berdaya, berdampak, dan mendunia,” pungkasnya.
Diketahui, dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Maluku Utara dihadiri langsung Pj Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Wakil Menteri Koperasi RI, Gubernur Maluku Utara dan jajaran pejabat Pemprov Maluku Utara. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi







