Kasedata.id – Warga Desa Kabau Darat dan Desa Kabau Pantai, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, bergotong royong membangun jembatan darurat secara swadaya setelah akses penghubung kedua desa terputus akibat hujan lebat beberapa bulan lalu.
Pembangunan jembatan dilakukan pada Jumat (17/7/2026) itu dibiayai melalui hasil patungan masyarakat dari kedua desa. Langkah itu diambil karena warga tidak ingin terus menunggu perbaikan dari pemerintah.
Ruas jalan yang rusak diketahui merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Namun karena belum ada penanganan, masyarakat berinisiatif membangun jembatan darurat agar aktivitas kembali normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Kabau Pante, Murid Umamit, mengatakan pembangunan dilakukan secara swadaya sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap akses transportasi yang menjadi urat nadi kedua desa.
“Kami sepakat membangun jembatan ini secara swadaya. Kami berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kepulauan Sula, khususnya di Kecamatan Sulabesi Barat,” ujarnya.
Menurut Murid, proses pembangunan dikerjakan secara gotong royong oleh warga dengan memanfaatkan batang pohon kelapa sebagai material utama untuk menyambungkan jalan terputus.
Ia menjelaskan, jembatan darurat itu dibangun agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat kembali melintas dengan aman, terutama saat musim hujan.
“Sebelum diperbaiki, masyarakat sangat kesulitan beraktivitas karena kendaraan tidak bisa melintas saat hujan. Alhamdulillah, sekarang akses sudah kembali terbuka dan kendaraan sudah dapat melewati jalur ini,” katanya. (*)
Penulis : Karno Pora
Editor : Sandin Ar







