Kasedata.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat kolaborasi dengan Fatayat NU, Muslimat NU, dan GP Ansor sebagai mitra strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan di Maluku Utara.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sherly saat memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Maluku Utara yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional, Kamis malam (16/7/2026), di Aula BLK Ternate.
“Selamat datang kepada Ibu Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia. Ini merupakan kunjungan kedua beliau ke Bumi Moloku Kie Raha sebagai Wamen Koperasi. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat pembangunan ekonomi daerah,” ujar Sherly.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Sherly mengungkapkan bahwa Maluku Utara berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada tahun lalu dan tetap menunjukkan tren positif pada triwulan I tahun ini.
Namun, menurutnya, tingginya pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi kita masih belum inklusif. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama,” tegasnya.
Karena itu, Sherly mengajak seluruh kader Fatayat NU, khususnya perempuan muda dan pelaku UMKM, untuk mengambil peran sebagai penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, Fatayat NU memiliki potensi besar karena didominasi generasi muda yang produktif dan penuh semangat.
“Saya percaya, kekuatan sebuah daerah berawal dari kekuatan keluarganya. Ketika perempuan memiliki karakter yang kuat, berdaya secara ekonomi, dan mandiri, maka anak-anak akan tumbuh lebih baik, keluarga menjadi kokoh, dan pada akhirnya akan melahirkan daerah yang maju dan sejahtera,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Maluku Utara membuka ruang kolaborasi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Fokusnya meliputi penguatan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan usaha, hingga perluasan akses permodalan.
“Hari ini hadir Dinas Koperasi dan OPD terkait. Banyak program pemerintah yang bisa kita sinergikan, mulai dari pencegahan stunting, penguatan ekonomi keluarga, hingga akses pembiayaan bagi UMKM,” jelasnya.
Sherly juga menyampaikan kabar baik terkait pembiayaan usaha melalui PNM Mekaar. Menurutnya, bunga pinjaman kini turun drastis dari 24 persen menjadi 9 persen. Program tersebut saat ini telah menjangkau lima kabupaten/kota di Maluku Utara dan ditargetkan diperluas ke lima daerah lainnya pada tahun depan.
“Silakan berkoordinasi dengan dinas terkait. Yang terpenting, Pemerintah Provinsi Maluku Utara siap bersinergi dengan Fatayat NU. Energi dan semangat kader-kader mudanya harus kita optimalkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di Maluku Utara,” tegas Sherly.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh jajaran Pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru tidak hanya menghadirkan seremoni, tetapi mampu melahirkan program-program nyata yang memberi manfaat bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat.
“Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu menghadirkan karya dan pengabdian yang berdampak langsung bagi kemajuan Maluku Utara,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Ketua Tanfidziyah PWNU Maluku Utara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Ketua PW Muslimat NU Maluku Utara Rosita Alting, perwakilan Rektor Universitas Hasanuddin, unsur DP3A, pelaku UMKM, Koperasi Merah Putih, serta para pimpinan organisasi dan tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelantikan Ketua dan Pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara oleh Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj. Dewi Winarti.
Kepengurusan periode ini dipimpin Mardiah Z. Hanafi, dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Pelantikan serta Seminar Nasional bertema “Memperkuat Peran Fatayat NU Maluku Utara dalam Mewujudkan Koperasi Perempuan yang Sehat, Mandiri, dan Berkontribusi terhadap Ekonomi Kerakyatan sesuai Program Pembangunan Koperasi Nasional”, dengan keynote speech Wakil Menteri Koperasi RI, Hj. Farida Faricha. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi







