Kasedata.id – Pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ikatan Motor Indonesia Maluku Utara (IMI Malut) di Mozaik Caf Kota Ternate, Minggu (18/10/2026), diwarnai aksi walk out dari 13 klub otomotif.
Aksi itu dipicu keberatan terhadap mekanisme penyelenggaraan rapat. Mulai dari persoalan undangan, pembentukan panitia, hingga keabsahan agenda yang dibahas dalam forum Rakerprov.
Ketua Harian IMI Malut sekaligus Ketua Phyton Racing Team, Abdurahim Achmad, mengatakan dari 49 klub yang terdaftar di IMI Malut hanya 27 klub yang menerima undangan Rakerprov. Menurutnya, kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai keterlibatan klub dalam agenda resmi organisasi.
“Seharusnya panitia mengundang 49 klub yang terdaftar di IMI Malut, tetapi diundang hanya 27 klub. Dari jumlah 27 klub yang diundang, 13 klub memilih keluar, dan empat klub tidak hadir meski mendapat undangan. Sisanya tetap ikut Rakerprov,” kata Abdurahim kepada media ini.
Selain persoalan undangan, ia mempersoalkan mekanisme pembentukan panitia pengarah atau Steering Committee (SC), panitia pelaksana atau Organizing Committee (OC), serta penetapan agenda Rakerprov IMI Malut.
Menurut Abdurahim, pembentukan panitia dan penetapan agenda seharusnya disahkan melalui rapat pleno pengurus. Ia juga menyebut dokumen serta materi rapat mestinya disampaikan kepada peserta klub paling lambat 14 hari sebelum pelaksanaan Rakerprov.
“Hari ini rakerprov, tapi undangan dan materi baru disampaikan kemarin sore. Bahkan SC dan OC tidak dapat memperlihatkan bukti administrasi pelaksanaan Rapat Pleno penetapan. Oleh karena itu, kami menganggap rapat ini tidak sah,” tegasnya.
Keberatan lainnya berkaitan dengan status kepesertaan dalam forum. Abdurahim menyebut bahwa terdapat perubahan status sejumlah peserta yang sebelumnya terdaftar sebagai peninjau menjadi peserta penuh. Ia meminta persoalan itu dijelaskan secara terbuka agar pelaksanaan rapat dapat dinilai berdasarkan ketentuan organisasi IMI .
Dalam draf tata tertib yang dibagikan kepada peserta, tercatat 24 klub pada unsur peserta dengan 20 klub hadir. Dari jumlah itu 13 klub menyatakan penolakan, sedangkan tujuh klub melanjutkan rapat.
Sementara, dari unsur peninjau tercatat tiga klub dengan dua klub hadir. Satu klub menolak, sedangkan satu klub lainnya melanjutkan rapat.
Abdurahim juga mengaitkan penolakan itu dengan mosi tidak percaya yang sebelumnya diajukan oleh 24 klub. Menurutnya, pimpinan organisasi telah diminta memberikan klarifikasi dalam rentang waktu 30 hari terhitung sejak 11 September hingga 11 Oktober 2026.
Namun, ia menilai persoalan yang dipermasalahkan belum diselesaikan secara substansial hingga batas waktu tersebut berakhir.
Atas kondisi itu, kelompok klub yang menolak pelaksanaan Rakerprov berencana melaporkan dugaan pelanggaran mekanisme organisasi kepada Pengurus Pusat (PP) IMI. Mereka juga berencana menggelar rapat koordinasi tersendiri dengan mengacu pada aturan organisasi IMI.
“Karena tidak ada legitimasi, kami harus mengambil sikap ini dan siap melaporkan ke Pengurus Pusat IMI. Kami juga akan menggelar Rakor tersendiri yang benar-benar sesuai dengan mekanisme dan aturan organisasi IMI,” ujarnya.
Adapun 13 klub yang melakukan walk out yakni Tudor Racing Team (TORT), Phyton Racing Team, Spion Racing Team, Yastira Engine Sport (YES), T2AC, Ferrari FC, Gala Indo Motor, Athena Surya Motorsport Ternate, Thimax NB Racing Team, Babangraya Racing Team, K62 Racing Sport, Titik Terang Racing Team, dan Gala Indo Mobil.
Sementara , empat klub yang menerima undangan tetapi tidak hadir adalah Seki Motorsport, AMRT, Twins Mix Community, dan Kalpunk Fans Klub. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar



![Kontingen Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Halmahera Selatan [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/Liga-INKAI-225x129.jpg)
![Ketua Harian IMI Malut sekaligus Ketua Phyton Racing Team, Abdurahim Achmad bersama pengurus klub yang walk out saat menggelar pertemuan [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/kontra-IMI-225x129.jpg)


