Kasedata.id – Semangat kemerdekaan berkobar dari ujung timur Maluku Utara. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat bersama generasi muda Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, membentangkan bendera Merah Putih raksasa sepanjang 45 meter di pesisir pantai, Senin (17/8/2026).
Bendera sepanjang 45 meter tersebut dibentangkan sebagai simbol nasionalisme sekaligus merefleksikan tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.
Desa Gemia merupakan salah satu wilayah terpencil di ujung Pulau Halmahera yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik. Wilayah ini juga memiliki nilai strategis karena berada di kawasan perbatasan negara dan menjadi bagian dari beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya memiliki posisi strategis, Gemia juga menyimpan jejak sejarah perjuangan bangsa. Desa ini merupakan tempat kelahiran Pahlawan Nasional H. Salahudin Bin Talabuddin, pejuang Merah Putih yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 2022.
Gemia juga tercatat pernah dikunjungi Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, pada 1957 dalam rangka konsolidasi perjuangan pembebasan Irian Barat.
Ketua Forum Komunikasi Peduli Kawasan Perbatasan Negara, Taher Abd Karim, mengatakan pembentangan Merah Putih di pesisir Pasifik merupakan bentuk nyata kecintaan masyarakat perbatasan terhadap Indonesia.
“Kegiatan pembentangan bendera Merah Putih di kawasan perbatasan negara ini adalah wujud nyata ketegasan kedaulatan, simbol perekat persatuan dan kesatuan bangsa, penegasan semangat nasionalisme serta cinta tanah air di beranda terdepan sekaligus untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa,” ujar Taher.
Menurut dia, momentum 81 tahun kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa menjaga cita-cita Proklamasi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Masyarakat di kawasan perbatasan, kata Taher, memiliki peran penting dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, menjaga persatuan serta menunjukkan kesetiaan terhadap konsensus nasional yang diwariskan para pendiri bangsa.
“Melalui aksi ini, masyarakat di wilayah perbatasan siap berdiri sebagai garda terdepan dalam mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Sebagai informasi, wilayah administrasi Desa Gemia juga mencakup Pulau Yiew, salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang berada di Samudra Pasifik dan menjadi bagian dari batas maritim Indonesia dengan negara kepulauan Palau berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2017.
Kegiatan pembentangan Merah Putih tersebut turut dihadiri Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang juga Ketua Harian Kosgoro 57 Kabupaten Halmahera Tengah, Kaderun Karim; Sekretaris Badan Koordinasi DOB Patani Gebe Kepulauan, Salim Kamaraja serta perwakilan elemen pemuda dan masyarakat setempat.
Dari pesisir Pasifik Halmahera Tengah, Merah Putih kembali ditegaskan sebagai simbol persatuan, nasionalisme dan kedaulatan Indonesia. (*)
Penulis : Sukarsi Muhdar
Editor : Redaksi







