BPBD Malut Matangkan Renkon Banjir, Kesiapan Instansi Bakal Diuji

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting didampingi Sekretaris BPBD Risval Tri Budiyanto. || Foto : Kasedata.id

Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting didampingi Sekretaris BPBD Risval Tri Budiyanto. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara mulai mematangkan strategi penanganan banjir dan bencana hidrometeorologi melalui penyusunan Rencana Kontinjensi (Renkon). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh instansi terkait memiliki kesiapan, pembagian tugas, serta dukungan sumber daya yang terkoordinasi ketika bencana terjadi.

Upaya tersebut dibahas dalam workshop penyusunan dokumen kajian risiko bencana, khususnya Renkon banjir dan hidrometeorologi, yang berlangsung di Bella Hotel, Kota Ternate, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 29 Oktober 2026 itu melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Sosial, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, BMKG, TNI, Polri, serta fasilitator nasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, mengatakan workshop tersebut menjadi tahapan penting untuk menyamakan persepsi sekaligus menyempurnakan draf Renkon banjir sebelum disepakati bersama seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Gubernur Malut Tunjuk Kadri dan Anwar Pimpin OPD Strategis

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyamakan persepsi dan membahas secara mendalam draf Rencana Kontinjensi banjir yang telah disusun, sehingga dokumen ini benar-benar menjadi pedoman bersama dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Fehby.

Menurutnya, penyusunan Renkon tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi harus mampu menggambarkan kesiapan nyata setiap instansi dalam menghadapi situasi darurat. Karena itu, pemetaan sumber daya manusia, peralatan, logistik, serta kapasitas masing-masing lembaga menjadi bagian penting dalam pembahasan.

“Setiap instansi harus mengetahui kapasitas, tugas, dan sumber daya yang dimiliki. Dengan begitu, ketika terjadi bencana, dukungan antarlembaga bisa terkoordinasi dengan baik dan penanganan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Fehby menambahkan, setelah dokumen Renkon disepakati, BPBD Maluku Utara akan melanjutkan tahapan tersebut dengan gladi lapang atau latihan bersama yang direncanakan berlangsung di Kota Sofifi.

Baca Juga :  Siswa PAUD Darma Wanita Kepulauan Sula Resmi Dilepas ke Sekolah Dasar

Latihan ini akan menjadi sarana untuk menguji kesiapan dan pembagian tanggung jawab masing-masing instansi, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi muncul saat penanganan bencana berlangsung.

“Renkon ini tidak boleh berhenti pada dokumen saja. Kita perlu mengujinya melalui gladi lapang agar setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah,” jelas Fehby.

Melalui penyusunan Renkon yang terintegrasi, BPBD Maluku Utara berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat. Kesiapsiagaan bencana pun diharapkan tidak hanya bertumpu pada BPBD, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh instansi sesuai tugas dan kewenangannya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman banjir dan bencana hidrometeorologi, sekaligus mendorong sistem penanggulangan bencana yang lebih terencana, responsif, dan terukur. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pemprov Malut Wajibkan Tes Urine bagi Pelamar Kerja dan Penerima Beasiswa
21.773 Siswa Ikuti TKA, Dikbud Malut Atasi Kendala Teknis di Hari Pertama
Dikbud Malut Wajibkan Bahasa Daerah Hadir dalam Upacara Sumpah Pemuda
Pemprov Malut Pacu Ekonomi Rempah dan Wisata Berbasis Hutan
Apresiasi Pembangunan Sabo Dam di Ternate Jadi Pelindung Ancaman Banjir
PUPR Malut Petakan Kesiapan Usaha Lokal Hadapi Pengadaan Konstruksi 2027
PKB Maluku Utara Bidik Kursi Senayan, Konsolidasi Kader Diperkuat
Gubernur Bidik Birokrasi Kompetitif, Malut ASN Award 2026 Jadi Panggung Prestasi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:45 WIT

Pemprov Malut Wajibkan Tes Urine bagi Pelamar Kerja dan Penerima Beasiswa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:05 WIT

BPBD Malut Matangkan Renkon Banjir, Kesiapan Instansi Bakal Diuji

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIT

21.773 Siswa Ikuti TKA, Dikbud Malut Atasi Kendala Teknis di Hari Pertama

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:13 WIT

Dikbud Malut Wajibkan Bahasa Daerah Hadir dalam Upacara Sumpah Pemuda

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:35 WIT

Pemprov Malut Pacu Ekonomi Rempah dan Wisata Berbasis Hutan

Berita Terbaru