Apresiasi Pembangunan Sabo Dam di Ternate Jadi Pelindung Ancaman Banjir

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Sabo dam/Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly [dok : kasedata.id]

Pembangunan Sabo dam/Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly [dok : kasedata.id]

Kasedata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mengapresiasi pembangunan infrastruktur pengendali sedimen atau Sabo Dam di Kelurahan Jambula dan Sasa. Infrastruktur itu dinilai penting untuk menahan material sedimen, batu, dan lumpur dari kawasan gunung yang terbawa aliran air hujan ketika terjadi banjir menuju pemukiman warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyampaikan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, anggota DPR RI Irene Yusiana Roba, serta pihak-pihak terkait yang telah merespons kebutuhan pembangunan infrastruktur mitigasi itu.

Menurut Rizal, bencana alam tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, langkah mitigasi melalui pembangunan infrastruktur pengendali sedimen sangat penting untuk mengurangi risiko bencana, terutama bagi masyarakat yang bermukim di kawasan rawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang kita tidak pernah menyangka kapan musibah itu tiba. Namun dengan adanya Sabo Dam ini, semoga bisa menjadi langkah antisipasi untuk melindungi warga,” ujar Rizal, Senin (26/10/2026).

Ia berharap keberadaan Sabo Dam sebisa mungkin menjadi pelindung untuk menahan material yang turun dari kawasan gunung saat hujan deras sehingga risiko bencana yang mengancam permukiman di Kelurahan Gambesi, Jambula, dan Kastela dapat diminimalkan.

Rizal juga berharap pembangunan Sabo Dam dapat segera diselesaikan dan pemerintah kota memperhatikan titik-titik lain yang dinilai rawan terhadap ancaman material sedimen.

Baca Juga :  Huntap Korban Banjir Rua Ternate Bertambah 4 Unit, Pemkot Siap Realisasikan

“Semoga saja pembangunan Sabo Dam ini cepat selesai, sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai. Kami juga berharap titik lain yang dianggap rawan dari ancaman material sedimen bisa dibangun Sabo Dam juga. Sekali lagi, kami berterima kasih kepada BWS Malut yang begitu tanggap merespons kebutuhan warga Kota Ternate,” tuturnya.

Dukungan Warga 

Dukungan terhadap pembangunan Sabo Dam juga disampaikan warga Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate. Infrastruktur yang dikerjakan Kementerian PU melalui BWS Maluku Utara itu diharapkan mampu mengurangi ancaman material sedimen yang terbawa aliran air saat hujan deras.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Jambula, Fahri, mengatakan pembangunan itu merupakan langkah penting untuk meminimalkan dampak bencana yang berpotensi merugikan masyarakat di sekitar kawasan rawan.

“Pekerjaan Sabo Dam ini tentu dapat meminimalkan dampak yang berpotensi merugikan masyarakat di sekitar kawasan” kata Fahri.

Ia menilai, selain berfungsi sebagai pengendali sedimen, keberadaan infrastruktur itu juga dapat meningkatkan rasa aman masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana.

“Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendali sedimen, pembangunan ini juga sangat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana,” jelas mantan Ketua Pemuda Jambula itu.

Fahri berharap pembangunan dapat diselesaikan dengan baik dan dilanjutkan dengan pemeliharaan secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan di sekitar bangunan supaya fungsi pengendalian material dapat berjalan optimal.

Baca Juga :  Polres Ternate Ungkap Kasus Kekerasan dan Persetubuhan Anak di Gamalama

Polemik Tak Hambat Proyek

Sementara itu Ketua Pemuda Jambula, Aldrian, meminta semua pihak menghentikan polemik yang berkembang terkait pembangunan Sabo Dam. Ia menegaskan, proyek itu berkaitan dengan keselamatan masyarakat sehingga pelaksanaannya perlu mendapat dukungan.

“Pandangan saya terkait polemik-polemik dari berbagai kelompok, baik individu maupun terorganisir agar dihentikan. Jambula ini daerah yang rawan. Saya hadir sebagai ketua pemuda dan juga ketua LPM karena keinginan torang (kami) supaya proyek ini berjalan dengan aman,” tegasnya.

Aldrian mengingatkan agar kepentingan pribadi atau kelompok tidak sampai menghambat pembangunan yang manfaatnya ditujukan untuk masyarakat luas.

“Kepentingan-kepentingan pribadi tolong dihentikan sudah. Sebab ini berdampak buruk kitorang (kami) ke depan kalau proyek ini tidak berjalan. Situasinya, Jambula ini kedudukan kampungnya berada pada segitiga. Kalau proyek ini tidak berjalan, ujang basar dan banjir berdampak pa torang (kami) dan merusak semua,” ujarnya.

Ia juga meminta pihak-pihak yang dinilai memanfaatkan polemik proyek untuk kepentingan pribadi agar menghentikan tindakan tersebut. Menurutnya, masyarakat Jambula menginginkan pembangunan berjalan demi memperkuat perlindungan terhadap ancaman bencana.

“Harapan saya kepada kelompok-kelompok yang manfaatkan proyek di daerah untuk kepentingan pribadi, mulai dari sekarang hentikan sudah. Karena nanti berlawanan dengan kami,” pungkasnya. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

366 Peserta Bersaing di Open Water Swimming 2026
Gubernur dan Muslimat NU Malut Dorong Qasidah Jadi Sumber Ekonomi
Festival Tara No Ate dan MTQ Masuk Agenda Prioritas Pelestarian Budaya
Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan
Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai
Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga
Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan
Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:44 WIT

Apresiasi Pembangunan Sabo Dam di Ternate Jadi Pelindung Ancaman Banjir

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:58 WIT

Gubernur dan Muslimat NU Malut Dorong Qasidah Jadi Sumber Ekonomi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 00:38 WIT

Festival Tara No Ate dan MTQ Masuk Agenda Prioritas Pelestarian Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:15 WIT

Tanggap Darurat Karthutla TPA Takome Berakhir, Rehabilitasi Disiapkan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIT

Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai

Berita Terbaru

Daerah

Senin, 26 Okt 2026 - 12:31 WIT

Wakil Ketua I DPW PKB Maluku Utara, Muhajirin Bailussy. || Foto : Kasedata.id

Daerah

PKB Malut Bidik Kursi Senayan, Konsolidasi Kader Diperkuat

Senin, 26 Okt 2026 - 11:02 WIT