Kasedata.id – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-81 Tahun 2026 di Maluku Utara tak sekadar menjadi seremoni tahunan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara ingin menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi sekaligus gerakan bersama untuk memuliakan profesi guru, termasuk memberi perhatian terhadap mereka yang mengabdi di wilayah terpencil dan kepulauan.
Komitmen tersebut ditandai dengan launching rangkaian kegiatan Hari Guru Nasional 2026 yang berlangsung di Aula SMA Negeri 4 Kota Ternate, Jumat (6/11/2026). Mengusung tema besar “Guru Hebat Indonesia Kuat”, kegiatan ini dihadiri para kepala bidang Dikbud Malut, kepala cabang dinas, para guru, tenaga kependidikan, serta insan pers.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengatakan peringatan HGN tahun ini harus dimaknai lebih jauh dari sekadar perayaan. Menurutnya, Hari Guru menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian pendidikan sekaligus melihat kembali bagaimana perhatian terhadap guru selama ini diberikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, hari ini kita kembali memperingati Hari Guru yang ke-81 tahun 2026. Kita ingin memanfaatkan momentum ini untuk melakukan refleksi dan mawas diri terhadap pencapaian pendidikan, terutama menyangkut peran dan kompetensi guru di Provinsi Maluku Utara,” ujar Abubakar.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data per 30 Oktober 2026, jumlah guru di Maluku Utara mencapai 6.214 orang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Ribuan tenaga pendidik tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus membangun karakter generasi masa depan.
Namun, di balik pengabdian tersebut, Abubakar mengakui masih terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Salah satunya menyangkut kondisi fasilitas dan tempat tinggal guru yang bertugas di wilayah terpencil, yang hingga kini belum seluruhnya mendapatkan dukungan secara memadai.
Menurutnya, pengabdian guru di Maluku Utara memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis kepulauan membuat sebagian tenaga pendidik harus menghadapi keterbatasan akses, sarana, hingga fasilitas pendukung dalam menjalankan tugasnya.
“Masih ada perumahan guru di daerah terpencil yang belum representatif dan belum terfasilitasi dengan baik. Ini menjadi bagian yang harus kita perhatikan. Sebab, guru tidak hanya dituntut menjalankan tugas mendidik, tetapi juga membutuhkan dukungan fasilitas, kesejahteraan, dan perlindungan profesi,” tegasnya.
Karena itu, Abubakar ingin menjadikan peringatan HGN 2026 sebagai momentum membangun kesadaran kolektif. Abubakar menilai penghormatan terhadap guru tidak boleh hanya berhenti pada ucapan terima kasih atau seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui perhatian nyata terhadap kondisi dan kebutuhan mereka.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah program satu hari mengajar. Menariknya, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, telah menyatakan kesiapannya untuk turun langsung mengajar di sekolah. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan para pemangku kepentingan lebih dekat dengan dunia pendidikan. Sementara itu, keterlibatan Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda), Kapolda Maluku Utara, serta sejumlah pejabat lainnya telah di koordinasikan.
“Kami berharap para pemangku kepentingan tidak hanya melihat dunia pendidikan dari balik meja birokrasi, tetapi juga merasakan langsung dinamika pembelajaran dan tantangan yang dihadapi para guru di sekolah,” tuturnya.
Selain program tersebut, Dikbud juga melibatkan tokoh masyarakat, dan insan pers untuk mengambil bagian dalam gerakan penghormatan terhadap guru. Aka berharap keterlibatan lintas sektor dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah dan para tenaga pendidik.
Insan pers secara khusus diajak mengambil peran dalam menyebarluaskan kisah-kisah inspiratif tentang perjuangan guru. Menurutnya, masih banyak pengabdian tenaga pendidik yang belum mendapatkan ruang pemberitaan secara luas, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil dan kepulauan.
“Prinsipnya, bagaimana kita memuliakan dan menghormati guru pada momentum Hari Guru kali ini. Kita berharap resonansi sosialnya bisa mengetuk banyak pintu, sehingga semua pihak kembali memberikan rasa hormat dan menempatkan posisi serta profesionalisme guru sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud Malut, Ramli Kamaludin, menjelaskan rangkaian kegiatan apresiasi guru akan dilaksanakan dengan melibatkan 10 kabupaten/kota.
Sejumlah kategori penghargaan yang disiapkan meliputi Guru Berprestasi, Guru Berinspirasi, Guru Kreatif dan Inovatif, Guru Berdedikasi, serta Guru Pengabdi Wilayah Terpencil dan Kepulauan. Penilaian mencakup jenjang SMA, SMK, dan SLB.
Selain kategori penghargaan tersebut, rangkaian kegiatan juga diisi lomba menulis guru antar-OPD, program satu hari mengajar, jalan santai serentak di 10 kabupaten/kota, upacara Hari Guru pada 25 November, serta malam apresiasi guru sebagai puncak pemberian penghargaan.
“Kami turut menyiapkan lomba penulisan jurnalistik bagi wartawan dengan tema pengabdian dan kebaikan guru, sebagai upaya memperluas ruang apresiasi terhadap profesi pendidik melalui media massa,” jelasnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Dikbud Malut berharap peringatan HGN 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu membangun kepedulian publik terhadap perjuangan guru. Sebab, di balik kualitas pendidikan yang ingin diwujudkan, terdapat pengabdian para guru yang membutuhkan penghormatan, dukungan, dan perhatian nyata. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi







