Kadikbud Malut Usulkan Nama Pahlawan Nasional Zainal Abidin Syah Jadi Identitas SMA Negeri 1 Tidore

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadikbud Maluku Utata, Abubakar Abdullah bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMA Negeri 1 Tidore. || Foto : Kasedata.id

Kadikbud Maluku Utata, Abubakar Abdullah bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMA Negeri 1 Tidore. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengusulkan perubahan nomenklatur SMA Negeri 1 Tidore menjadi SMA Negeri 1 Zainal Abidin Syah Tidore Kepulauan. Usulan ini berangkat dari jejak sejarah bangunan sekolah yang pernah menjadi pusat pemerintahan Gubernur Irian Barat pada masa awal pembentukan provinsi tersebut.

Gagasan itu disampaikan Abubakar saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SMA Negeri 1 Tidore, Rabu (28/10/2026). Ia hadir mewakili Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.

Abubakar, Kamis (29/10/2026) menjelaskan, bangunan SMA Negeri 1 Tidore memiliki nilai historis yang berkaitan erat dengan perjalanan pemerintahan di wilayah Maluku Utara. Pada dekade 1950-an, Soa Sio, Tidore, pernah menjadi pusat pemerintahan Irian Barat. Saat itu, Sultan Zainal Abidin Syah tercatat sebagai gubernur pertama Irian Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah pusat pemerintahan berpindah, bangunan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai fasilitas pendidikan dan menjadi SMA Negeri 1 Tidore hingga saat ini.

Baca Juga :  Legend Persiter Berduka, Ikbal Kenang Jasa Almarhum Muhdin Taha

Menurutnya, jejak sejarah tersebut tidak semestinya berhenti sebagai cerita masa lalu. Nilai historisnya perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi muda, salah satunya melalui identitas lembaga pendidikan yang memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan sejarah daerah.

“Bangunan ini bukan sekadar tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar. Ada jejak sejarah yang melekat di dalamnya. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga ingatan kolektif tentang perjalanan daerah ini,” ujar Aka sapaan akrab Abubakar Abdullah.

Ia pun meminta pihak sekolah melakukan kajian dan menyiapkan usulan perubahan nomenklatur secara resmi. Proses tersebut, kata dia, perlu melibatkan tokoh-tokoh daerah serta mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Abubakar menilai, penggunaan nama tokoh sejarah sebagai identitas sekolah dapat menjadi sarana pembelajaran di luar ruang kelas. Peserta didik tidak hanya mengenal nama seorang tokoh, tetapi juga memahami peran dan kontribusinya dalam perjalanan pemerintahan serta sejarah daerah.

“Perubahan nomenklatur ini perlu dikaji dengan baik, berkoordinasi dengan tokoh daerah dan mengikuti mekanisme yang berlaku. Harapannya, nama sekolah tidak hanya menjadi identitas administratif, tetapi juga membawa nilai sejarah dan keteladanan bagi peserta didik,” katanya.

Baca Juga :  Dikbud Malut Ungkap Transportasi Masih Jadi Kendala Akses Pendidikan

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, lanjut Abubakar, menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran sejarah di lingkungan pendidikan. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu berjalan beriringan dengan pengenalan sejarah lokal sebagai bagian dari identitas kebangsaan.

Ia berharap, rencana perubahan nama tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kajian dan pengusulan resmi, sehingga identitas SMA Negeri 1 Tidore semakin merepresentasikan nilai sejarah yang melekat pada bangunannya.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk mencetak generasi berprestasi, tetapi juga tempat menumbuhkan pemahaman sejarah, penghargaan terhadap jasa para pendahulu, serta kebanggaan terhadap daerah.

Terlebih, Sultan Zainal Abidin Syah telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Penggunaan namanya sebagai identitas sekolah diharapkan dapat memperkuat pengenalan sosok dan kiprahnya kepada generasi muda Maluku Utara.

Namun, perubahan nomenklatur tersebut masih berupa usulan yang perlu melalui proses kajian dan mekanisme resmi sebelum dapat ditetapkan. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PKB Malut Siap Kawal Program Pemda Kepulauan Sula
DPC PKB Sula Dikukuhkan, Sekda Tekankan Tanggung Jawab kepada Rakyat
BPJN Siapkan Rp 227 Miliar, 15 Ruas Jalan Malut Masuk Program IJD
Pemprov Malut Buka Pintu Investasi, Perizinan Dipermudah Peluang UMKM Diperluas
North Moluccas Business Forum 2026 Diluncurkan, DPMPTSP Bidik Investasi Berdampak
Dagangan Mama-Mama Kawasi Laku dalam Semalam di Festival Harmoni Obi
Festival Harmoni Obi Hadirkan Panggung Budaya dan Ruang Bersama Masyarakat
Rakor Lintas Balai dan Pemprov Malut Sinkronkan Program Infrastruktur 2026–2027

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIT

PKB Malut Siap Kawal Program Pemda Kepulauan Sula

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:03 WIT

DPC PKB Sula Dikukuhkan, Sekda Tekankan Tanggung Jawab kepada Rakyat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:44 WIT

BPJN Siapkan Rp 227 Miliar, 15 Ruas Jalan Malut Masuk Program IJD

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:33 WIT

Pemprov Malut Buka Pintu Investasi, Perizinan Dipermudah Peluang UMKM Diperluas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:44 WIT

North Moluccas Business Forum 2026 Diluncurkan, DPMPTSP Bidik Investasi Berdampak

Berita Terbaru

Sekretaris Wilayah PKB Maluku Utara, Abdul Malik Sillia, saat memberikan sambutan [dok : karno/kasedata]

Politik

PKB Malut Siap Kawal Program Pemda Kepulauan Sula

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:35 WIT