North Moluccas Business Forum 2026 Diluncurkan, DPMPTSP Bidik Investasi Berdampak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPMPTSP Provinsi Maluku Utara, Dr. Nirwan M.T. Ali, saat menyampaikan sambutan pada peluncuran North Moluccas Business Forum 2026 di Bella Hotel, Ternate. || Foto : Kasedata.id

Kepala DPMPTSP Provinsi Maluku Utara, Dr. Nirwan M.T. Ali, saat menyampaikan sambutan pada peluncuran North Moluccas Business Forum 2026 di Bella Hotel, Ternate. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Maluku Utara, Dr. Nirwan M.T. Ali, menegaskan bahwa hilirisasi dan investasi harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikan Nirwan saat peluncuran North Moluccas Business Forum 2026 di Bella Hotel, Ternate, Kamis (29/10/2026). Ia menekankan pentingnya memastikan kekayaan sumber daya alam Maluku Utara menjadi kekuatan ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan taraf hidup, dan memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat lokal.

Menurut Nirwan, Maluku Utara memiliki potensi investasi yang besar, mulai dari pertambangan, industri pengolahan, kelautan dan perikanan, pertanian, hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut harus dikelola agar manfaat ekonominya tidak berhenti pada aktivitas industri, melainkan turut dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hilirisasi dan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, serta terbukanya peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal,” ujar Nirwan.

Baca Juga :  Korem 152/Baabullah dan IPSI Malut Kolaborasi Kembangkan PSM

Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, DPMPTSP Maluku Utara memfokuskan promosi investasi pada tiga sektor strategis, yakni pariwisata bahari, kelautan dan perikanan, serta perkebunan.

Di sektor pariwisata bahari, pengembangan potensi kawasan konservasi perairan di sejumlah pulau menjadi salah satu perhatian, di antaranya Morotai, Sula, Widi, Guraici, Pulau Rao, Makean, Moti, Batang Dua dan Sali.

Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan diarahkan menjadi salah satu penopang ekonomi daerah melalui pengelolaan potensi laut secara berkelanjutan. Adapun sektor perkebunan didorong melalui pengembangan komoditas unggulan Maluku Utara, seperti pala, cengkeh, dan kelapa.

Dalam forum tersebut, DPMPTSP Maluku Utara juga meluncurkan Gerbang Investasi Daerah sebagai sarana penyediaan informasi mengenai potensi dan peluang investasi yang dapat diakses secara lebih transparan oleh calon investor.

“Kehadiran platform tersebut diharapkan mempermudah investor memperoleh informasi awal mengenai peluang usaha di Maluku Utara, sekaligus memperkuat promosi potensi daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” sebutnya.

Nirwan menegaskan, kemudahan akses informasi harus diikuti pembenahan pelayanan perizinan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis digital. Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir untuk memberikan solusi atas kendala yang dihadapi masyarakat maupun pelaku usaha, bukan justru menambah hambatan birokrasi.

Baca Juga :  10 Hektare Lahan Moya Ternate Terbakar, Api Ancam Kebun Warga

Penguatan koordinasi dan sinkronisasi basis data antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proses perizinan dan realisasi investasi.

Lebih jauh, ia mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, perbankan, investor, akademisi, pelaku industri, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk membangun ekosistem investasi yang saling terhubung.

Keterlibatan pelaku usaha lokal dinilai penting agar mereka tidak hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi berskala besar, tetapi juga memperoleh kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok industri di Maluku Utara.

Melalui North Moluccas Business Forum 2026, pemerintah daerah berharap promosi potensi investasi dapat berujung pada realisasi usaha yang produktif, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan manfaat pembangunan.

“Keberhasilan investasi di Maluku Utara tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk atau tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PKB Malut Siap Kawal Program Pemda Kepulauan Sula
DPC PKB Sula Dikukuhkan, Sekda Tekankan Tanggung Jawab kepada Rakyat
BPJN Siapkan Rp 227 Miliar, 15 Ruas Jalan Malut Masuk Program IJD
Pemprov Malut Buka Pintu Investasi, Perizinan Dipermudah Peluang UMKM Diperluas
Kadikbud Malut Usulkan Nama Pahlawan Nasional Zainal Abidin Syah Jadi Identitas SMA Negeri 1 Tidore
Dagangan Mama-Mama Kawasi Laku dalam Semalam di Festival Harmoni Obi
Festival Harmoni Obi Hadirkan Panggung Budaya dan Ruang Bersama Masyarakat
Rakor Lintas Balai dan Pemprov Malut Sinkronkan Program Infrastruktur 2026–2027

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIT

PKB Malut Siap Kawal Program Pemda Kepulauan Sula

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:03 WIT

DPC PKB Sula Dikukuhkan, Sekda Tekankan Tanggung Jawab kepada Rakyat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:44 WIT

BPJN Siapkan Rp 227 Miliar, 15 Ruas Jalan Malut Masuk Program IJD

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:33 WIT

Pemprov Malut Buka Pintu Investasi, Perizinan Dipermudah Peluang UMKM Diperluas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:44 WIT

North Moluccas Business Forum 2026 Diluncurkan, DPMPTSP Bidik Investasi Berdampak

Berita Terbaru

Sekretaris Wilayah PKB Maluku Utara, Abdul Malik Sillia, saat memberikan sambutan [dok : karno/kasedata]

Politik

PKB Malut Siap Kawal Program Pemda Kepulauan Sula

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:35 WIT