Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Kasedata.id – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-81 Tahun 2026 di Provinsi Maluku Utara bakal diwarnai aksi langsung Gubernur Sherly Tjoanda Laos. Orang nomor satu di Pemprov Malut itu dipastikan ambil bagian dalam program satu hari mengajar di sekolah, sebagai bentuk penghormatan sekaligus kepedulian terhadap profesi guru.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut, Abubakar Abdullah, setelah berkoordinasi dengan Gubernur Sherly. Program ini menjadi salah satu agenda utama yang disiapkan untuk menyemarakkan peringatan HGN tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya gubernur, gerakan satu hari mengajar juga melibatkan para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para pemangku kebijakan untuk melihat dan merasakan secara langsung dinamika pembelajaran serta tantangan yang dihadapi guru di sekolah.

Abubakar mengatakan, peringatan HGN ke-81 tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum ini harus dimanfaatkan sebagai ruang refleksi terhadap capaian pendidikan, sekaligus memperkuat penghargaan atas peran dan kompetensi guru dalam mencerdaskan generasi masa depan.

“Kita bersyukur, alhamdulillah hari ini kita kembali memperingati Hari Guru yang ke-81 tahun 2026. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara ingin memanfaatkan momentum ini sebagai upaya untuk melakukan refleksi, melakukan mawas diri terhadap pencapaian pendidikan, terutama peran dan kompetensi guru di Provinsi Maluku Utara,” ujar Abubakar Abdullah saat launching rangkaian HGN di Aula SMA Negeri 4 Kota Ternate, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga :  Selain Negeri, Pemprov Malut juga Sasar Sekolah Swasta Penerima BOSDA

Berdasarkan data per 30 Oktober 2026, jumlah guru di Maluku Utara tercatat sebanyak 6.214 orang yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Ribuan tenaga pendidik tersebut menjadi ujung tombak pembangunan sumber daya manusia sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

Namun, Abubakar mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi para guru, terutama mereka yang bertugas di wilayah terpencil dan kepulauan. Selain persoalan fasilitas dan tempat tinggal yang belum representatif, kondisi geografis juga membuat sebagian guru harus menghadapi perjalanan berat untuk mencapai sekolah.

Bahkan, ada guru yang harus menggunakan rakit dan berjalan kaki melewati medan sulit demi menjalankan tugas mengajar. Pengabdian seperti ini, menurut Abubakar, harus mendapatkan perhatian dan penghormatan dari seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Dikbud Maluku Utara Hadirkan “Satu Panggung Seribu Talenta” di Sofifi Semarakkan HUT ke-81 RI

Karena itu, peringatan HGN tahun ini juga diarahkan untuk membangun kepedulian terhadap kesejahteraan, fasilitas, serta perlindungan profesi guru secara berkelanjutan.

Selain program satu hari mengajar, Dikbud Malut menyiapkan sejumlah agenda apresiasi, meliputi penghargaan bagi guru berprestasi, guru inspiratif, guru kreatif dan inovatif, guru berdedikasi, serta guru pengabdi wilayah terpencil dan kepulauan.

Insan pers juga dilibatkan melalui lomba penulisan Education News untuk mengangkat kisah inspiratif, perjuangan, dan keberhasilan guru dalam menjalankan tugas pendidikan. Rangkaian kegiatan lainnya meliputi jalan santai serentak di 10 kabupaten/kota, upacara HGN pada 25 November, serta malam apresiasi sebagai puncak pemberian penghargaan.

Aka menegaskan, esensi dari seluruh kegiatan tersebut adalah mengembalikan penghormatan terhadap guru pada posisi yang semestinya. Ia berharap momentum HGN mampu membangun resonansi sosial yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen daerah.

“Prinsipnya bagaimana kita memuliakan dan menghormati guru di momentum Hari Guru kali ini. Dengan target itu, kita harap resonansi sosialnya bisa mengetuk banyak pintu untuk kita semua kembali memberi rasa hormat dan memuliakan posisi dan profesionalisme guru,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

HGN 2026 Jadi Momentum, Dikbud Malut Gaungkan Gerakan Memuliakan Guru
Dikbud Malut Gandeng Polda Perkuat Karakter Siswa, Radikalisme dan Narkoba Jadi Perhatian
Jadi Irup di SMA Halsel, Kadikbud Malut Sampaikan Amanat dalam Bahasa Makeang
Kadikbud Malut Usulkan Nama Pahlawan Nasional Zainal Abidin Syah Jadi Identitas SMA Negeri 1 Tidore
21.773 Siswa Ikuti TKA, Dikbud Malut Atasi Kendala Teknis di Hari Pertama
Dikbud Malut Wajibkan Bahasa Daerah Hadir dalam Upacara Sumpah Pemuda
Mubes Sosiologi UMMU, Ajak Mahasiswa Rawat Tradisi Intelektual
Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIT

Jumat, 6 November 2026 - 14:08 WIT

HGN 2026 Jadi Momentum, Dikbud Malut Gaungkan Gerakan Memuliakan Guru

Kamis, 5 November 2026 - 18:34 WIT

Dikbud Malut Gandeng Polda Perkuat Karakter Siswa, Radikalisme dan Narkoba Jadi Perhatian

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:28 WIT

Jadi Irup di SMA Halsel, Kadikbud Malut Sampaikan Amanat dalam Bahasa Makeang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:07 WIT

Kadikbud Malut Usulkan Nama Pahlawan Nasional Zainal Abidin Syah Jadi Identitas SMA Negeri 1 Tidore

Berita Terbaru

Pendidikan

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:51 WIT