Dukung Presiden, Usut Dugaan Pelanggaran Tambang PT WKM

Minggu, 17 Agustus 2025 - 20:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ilustrasi

Foto : ilustrasi

Kasedata.id — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR pada Sabtu (16/8/2025), terkait maraknya praktik pertambangan ilegal di Indonesia mendapat sambutan positif khususnya para aktivis di Maluku Utara. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap Presiden untuk memberantas tambang-tambang ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara.

Salah satu aktivis Maluku Utara, Maruf Majid, berharap pernyataan tegas Presiden tersebut segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan. Ia menilai, tanpa langkah nyata praktik pertambangan ilegal akan terus tumbuh subur dan semakin sulit dikendalikan.

“Kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal tidak bisa dianggap sepele, karena pemilik tambang hanya mengejar keuntungan tanpa peduli dampaknya. Kami bahkan menemukan satu perusahaan tambang di Maluku Utara yang diduga kuat melakukan praktik ilegal yakni PT Wana Kencana Mineral (WKM),” ujarnya kepada media, Sabtu (16/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Maruf, PT WKM yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur itu diketahui tidak memiliki izin reklamasi.

Baca Juga :  Warga Jadi Korban, Ini Sikap Tegas KATAM Maluku Utara ke PT STS

“Dugaan ini sebenarnya sudah lama diketahui publik, bahkan kemungkinan besar juga diketahui aparat penegak hukum. Beberapa waktu lalu, sejumlah aktivis lain sudah melakukan aksi di Polda Maluku Utara untuk mendesak agar kepolisian serius mengusut dugaan pelanggaran PT WKM,” jelasnya.

Maruf menyesalkan sikap aparat penegak hukum yang terkesan belum mampu menindak PT WKM, meski pelanggaran terlihat jelas. Ironisnya, meski tidak memiliki izin reklamasi, PT WKM justru berhasil mengantongi izin terminal khusus dari pemerintah pusat. Padahal, syarat utama penerbitan izin terminal khusus adalah adanya izin reklamasi.

“Polri tidak boleh ragu untuk menindak PT WKM yang terang-terangan melanggar aturan. Jika dibiarkan, ke depan bisa muncul perusahaan tambang lain yang melakukan pelanggaran serupa. PT WKM bukan hanya menjual 90 ribu metrik ton bijih nikel secara ilegal, tetapi juga mengabaikan kewajiban reklamasi. Kami berharap penegak hukum bertindak tegas,” tegas Maruf.

Ia juga mendesak agar aparat mengusut lebih jauh dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan izin terminal khusus bagi PT WKM.

Baca Juga :  Pembangunan Masjid Al-Muhtadin Wailukum Kota Maba Resmi Dimulai

Sebagai catatan bahwa PT Wana Kencana Mineral merupakan salah satu perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Halmahera Timur. Nama perusahaan ini mencuat ke publik setelah diduga menjual 90 ribu metrik ton bijih nikel secara ilegal. Bijih nikel tersebut awalnya milik PT Kemakmuran Pertiwi Tambang (KPT) yang kemudian dicabut izin usahanya oleh Mahkamah Agung (MA) dan dialihkan kepada PT WKM.

Dalam putusan pengadilan, bijih nikel itu dinyatakan sebagai barang sitaan negara sebanyak 300 ribu metrik ton. Namun pada 2021, PT WKM diduga menjual secara diam-diam 90 ribu metrik ton dari total sitaan tersebut.

Sejak mulai beroperasi pada 2018–2022, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas ESDM telah menetapkan kewajiban jaminan reklamasi bagi PT WKM senilai Rp13,45 miliar sesuai Surat Nomor 340/5c./2018. Namun, hingga kini perusahaan tersebut baru melakukan pembayaran satu kali, yakni pada 2018 sebesar Rp124,12 juta. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula
BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur
Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut
Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa
Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo
Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi
Beredar BBM Oplosan di Ternate, Polisi Selidiki Pemasok Pertalite
Penertiban Aset Pemprov Malut Dikebut, 64 Kendaraan Dinas Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:30 WIT

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 November 2026 - 13:32 WIT

BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIT

Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut

Senin, 2 November 2026 - 19:40 WIT

Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo

Senin, 2 November 2026 - 16:19 WIT

Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi

Berita Terbaru

Ekonomi

Dua Hari Pasar Murah, Cabai 1,4 Ton Ludes Terjual di Ternate

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:26 WIT

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi [dok : karno/kasedata]

Sula

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:30 WIT