Cari Ikan, Warga Gitaraja Diduga Jadi Korban Buaya

Senin, 23 Februari 2026 - 22:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat ditemukan oleh warga di kawasan hutan mangrove Desa Gitaraja [Foto : basarnas ternate

Korban saat ditemukan oleh warga di kawasan hutan mangrove Desa Gitaraja [Foto : basarnas ternate

Kasedata.id – Seorang warga Desa Gitaraja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, sebelumnya dilaporkan hilang saat pergi memanah ikan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (23/2/2026).

Korban diketahui bernama Mahmud ini diduga kuat menjadi korban serangan buaya saat mencari ikan di sekitar pesisir Desa Gitaraja.

Kepala Kantor Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, dalam keterangan pers menyampaikan bahwa Tim Rescue Kansar Ternate tiba di Pelabuhan Sofifi pada pukul 14.30 WIT, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Gitaraja untuk melaksanakan operasi pencarian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pada pukul 15.10 WIT, tim menerima informasi dari Tim SAR Gabungan di lapangan bahwa korban telah ditemukan oleh warga di kawasan hutan mangrove Desa Gitaraja pada koordinat 0°23’51.57″N / 127°37’8.05″E dalam keadaan meninggal dunia.

Baca Juga :  Talud Ambruk, 11 Rumah Warga Waisakai Terendam Banjir

Selanjutnya, korban dievakuasi ke rumah duka oleh masyarakat setempat dengan bantuan Babinsa dan pihak Polsek setempat untuk diserahkan kepada keluarga.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” ujar Iwan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Tim SAR Gabungan, masyarakat Desa Gitaraja, Polsek setempat, Babinsa, BPBD Kota Tidore Kepulauan, serta keluarga korban atas kerja sama selama proses pencarian.

Atas nama Kantor SAR Ternate, Iwan turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

Baca Juga :  Dukcapil Halsel Gencar Pelayanan Jemput Bola di Desa Terpencil

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya.

Berdasarkan kronologi kejadian, pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIT, korban pergi dari rumah membawa alat panah ikan dan senter untuk memanah ikan di sekitar pesisir pantai Desa Gitaraja. Hingga larut malam, namun korban tidak kunjung kembali.

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian mandiri dan menemukan peralatan korban berupa panah ikan, senter, serta puluhan ikan hasil tangkapan di sekitar lokasi. Karena korban tak ditemukan dan diduga diterkam buaya, kejadian itu akhirnya dilaporkan ke Kantor SAR Ternate untuk mendapatkan bantuan pencarian. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula
BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur
Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut
Cegah Persoalan Hukum, Bupati Sula Teken MoU dengan Jaksa
Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo
Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi
Beredar BBM Oplosan di Ternate, Polisi Selidiki Pemasok Pertalite
Penertiban Aset Pemprov Malut Dikebut, 64 Kendaraan Dinas Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:30 WIT

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 November 2026 - 13:32 WIT

BKD Jadi Contoh, UPTD Aset Malut Kejar Penataan BMD : OPD Tak Responsif Dilaporkan ke Gubernur

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIT

Percepat Konektivitas Taliabu, Sekda Yosar Bangun Sinergi dengan BPJN Malut

Senin, 2 November 2026 - 19:40 WIT

Harga Cabai Mulai Turun, Besok Disperindag Malut Jual 90 Ribu per Kilo

Senin, 2 November 2026 - 16:19 WIT

Abdul Karim Ambil Kendali Biro Kesra Malut, SOP Bantuan hingga Dana Hibah Dibenahi

Berita Terbaru

Ekonomi

Dua Hari Pasar Murah, Cabai 1,4 Ton Ludes Terjual di Ternate

Selasa, 3 Nov 2026 - 23:26 WIT

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Sula, H. Syamsudin Ode Maniwi [dok : karno/kasedata]

Sula

Kajian Risiko Bencana Mulai Disusun di Kepulauan Sula

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:30 WIT