Respons Tegas Pemda Sula Soal Rencana Mogok Kerja Dokter

Sabtu, 24 Mei 2025 - 14:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kominfo Kepulauan Sula, Berkah Soamole || dok : karno_kasedata

Kepala Dinas Kominfo Kepulauan Sula, Berkah Soamole || dok : karno_kasedata

Kasedata.id – Adanya keluhan masyarakat soal pelayanan kesehatan membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula angkat bicara terkait rencana mogok kerja oleh sejumlah dokter. Pemda menegaskan tetap memperhatikan hak-hak tenaga medis tanpa harus mengabaikan kualitas layanan publik.

Juru Bicara Pemda Kepulauan Sula, Berkah Soamole, menuturkan selama ini pemda melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Sanana telah memenuhi kewajiban pembayaran terhadap para dokter. Kewajiban tersebut mencakup tunjangan fungsional, insentif, hingga jasa pelayanan medis.

“Semua hak dokter tetap dibayarkan, termasuk jasa pelayanan, insentif, dan tunjangan fungsional. Namun pelayanan kepada masyarakat juga harus maksimal,” ujarnya kepada media ini, Jumat malam (23/5/2025).

Berkah menekankan bahwa tingginya anggaran untuk tenaga medis seharusnya sejalan dengan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik. Kami banyak menerima keluhan soal pelayanan dokter. Karena itu, Pemda akan menertibkan sistem absensi dan penerapan E-Kinerja untuk memastikan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Sebagai Kepala Dinas Kominfo Kepulauan Sula, Berkah juga mengungkapkan tentang disiplin kerja. Dimana ada dokter yang mengambil cuti libur cukup panjang tanpa kejelasan, bahkan pada hari kerja masih kerap mengutamakan praktik pribadi ketimbang hadir di rumah sakit.

“Kami ingin mengingatkan, dokter ASN sudah menerima berbagai bentuk penghasilan. Mulai dari gaji pokok, tunjangan fungsional, jasa pelayanan, dan insentif tambahan dari Pemda. Jumlahnya signifikan. Jadi, wajar jika kami mengharapkan kinerja yang sepadan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bassam-Helmi Gelontorkan 1,5 Miliar untuk Santunan Kematian 

Ia memastikan pembayaran tunjangan fungsional dan jasa pelayanan untuk Januari dan Februari sudah dituntaskan. Sementara untuk Maret dan April, saat ini sedang diproses dan akan dibayarkan dalam waktu dekat.

Pemda, kata Berkah, berkomitmen untuk mengevaluasi kinerja tenaga medis secara berkala. Penerapan sistem E-Kinerja dan absensi elektronik akan menjadi instrumen untuk menilai kedisiplinan, yang akan memengaruhi pembayaran insentif ke depan.

“Intinya, kami ingin memastikan bahwa insentif dan tunjangan yang besar itu benar-benar dibarengi dengan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal hak dokter, tapi juga soal kewajiban moral terhadap masyarakat Kepulauan Sula,” pungkasnya. (*)

Penulis : Karno Pora

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran
80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung
Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa
21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda
Sekolah Kedinasan Jadi Rebutan, 198 Peserta Malut Adu Strategi di Simulasi CAT
Nurcholis, Dokter Spesialis Saraf Pulang Mengabdi di Bumi Hibualamo
Dari Sirah ke Aksi, Muslimat-Fatayat NU Malut Perkuat Ketahanan Keluarga
RSU Tidore Dukung FKG UMMU

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIT

DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIT

80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung

Senin, 7 September 2026 - 19:15 WIT

Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIT

21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIT

Nurcholis, Dokter Spesialis Saraf Pulang Mengabdi di Bumi Hibualamo

Berita Terbaru