Oknum Polisi Terlibat KDRT di Ternate Resmi Dipecat

Senin, 6 April 2026 - 15:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bripka RAP alias Reychan saat ditahan dalam kasus KDRT terhadap istrinya Pipin Wulandari [Foto : istimewa]

Bripka RAP alias Reychan saat ditahan dalam kasus KDRT terhadap istrinya Pipin Wulandari [Foto : istimewa]

Kasedata.id – Majelis Etik Polda Maluku Utara resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Bripka RAP alias Reychan dalam sidang kode etik yang digelar di Mapolres Ternate, Senin (6/4/2026).

RAP merupakan anggota C Pelopor Satuan Brimob Polda Malut itu diberhentikan karena terbukti melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Pipin Wulandari. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka serius hingga harus menjalani dua kali operasi dan mengalami dampak fisik permanen.

Peristiwa kekerasan itu terjadi di Kota Ternate pada 22 Maret 2026. Korban sempat dilarikan ke RSUD Chasan Boesoiri Ternate untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Kuasa hukum korban, Bahtiar Husni, menyatakan putusan PTDH merupakan hasil dari proses panjang yang dikawal keluarga korban. Ia menilai tindakan pelaku tidak manusiawi ini karena menyebabkan korban mengalami cacat seumur hidup.

“Hari ini Kapolda membuktikan komitmennya dengan menindak tegas oknum yang mencoreng institusi. Kami atas nama kuasa hukum dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada penyidik dan Bapak Kapolda Malut,” ujar Bahtiar.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Pengedar Ganja di Ternate, Pelaku Anak Muda

Selain sanksi etik, pihak keluarga juga terus mengawal proses pidana umum yang sedang berjalan. Laporan itu diharapkan segera dilimpahkan ke pengadilan agar pelaku mendapat hukuman setimpal.

RAP diketahui menerima putusan PTDH dan tidak mengajukan banding sehingga keputusan itu berkekuatan hukum tetap.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik melalui tagar #savepipinwulandari dan #tegakankeadilan sebagai bentuk dukungan terhadap korban KDRT di Maluku Utara. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Ternate Tetapkan Tanggap Darurat, Titik Panas TPA Masih Mengancam
Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga
Asap TPA Takome Belum Reda, NU-Fatayat Terus Bergerak Bagikan Masker
Api dan Asap Kepung Sulamadaha, Tauhid Perintahkan Langkah Darurat
Duduki BPBD Ternate, Tonny Langsung “Action” Hadapi Karhutla 
Terjebak Karhutla di Gamalama, Dua Pendaki Dievakuasi Tim SAR
10 Hektare Lahan Moya Ternate Terbakar, Api Ancam Kebun Warga
Usai Owner Jadi Tersangka, Advokat Minta Kasus Zahra Berkah Dibongkar Tuntas

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:37 WIT

Ternate Tetapkan Tanggap Darurat, Titik Panas TPA Masih Mengancam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:24 WIT

Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:01 WIT

Asap TPA Takome Belum Reda, NU-Fatayat Terus Bergerak Bagikan Masker

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:37 WIT

Api dan Asap Kepung Sulamadaha, Tauhid Perintahkan Langkah Darurat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:21 WIT

Duduki BPBD Ternate, Tonny Langsung “Action” Hadapi Karhutla 

Berita Terbaru

Personel Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha saat melakukan pemantauan terhadap titik karhutla di lokasi TPA Takome

Peristiwa

Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:24 WIT