Banjir di Kelurahan Gambesi Bukan Fenomena Baru, Ini Dugaan Penyebabnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly || Foto : kasedata.id

Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly || Foto : kasedata.id

Kasedata.id – Hujan deras mengguyur Kota Ternate pada Minggu (30/3/2025) malam hingga Senin (31/3/2025) dini hari, menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kelurahan seperti Gambesi, Sasa, Jambula, Kastela, dan Kelurahan Rua. Kejadian ini menjadi alarm serius bagi pemerintah dan masyarakat mengingat banjir bukan lagi fenomena baru khususnya di Kelurahan Gambesi.

Sebab di RT 08 RW 04 Kelurahan Gambesi mengalami dampak paling parah. Puluhan warga terpaksa mengungsi malam itu hingga menyebabkan satu korban mengalami luka-luka. Korban berinisial A.R (38 tahun), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Chasan Boesoirie Ternate setelah tertimpa tembok pagar kos-kosan saat mencoba menolong warga lain yang terjebak banjir.

Banjir di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan ini bukanlah kejadian baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate,  kini mendalami penyebabnya terkait  dugaan adanya pembukaan lahan yang melanggar Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, menyampaikan bahwa peristiwa pada malam itu mendapat perhatian langsung dari Wali Kota M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, Kepala BPBD, pihak Kelurahan, serta RT setempat, yang turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Satu Unit Armada Sampah Diserahkan ke Kecamatan Pulau Ternate

Dari hasil pengamatan di lapangan ditemukan luapan air berasal dari area samping kos-kosan di RT 08 RW 04. Beberapa warga dan Lurah Gambesi juga melaporkan bahwa terdapat aktivitas pembukaan lahan di daerah ketinggian, sekitar kawasan kali mati menuju arah Kampus UMMU.

“Setelah mengecek ke lapangan, kami mendapat informasi bahwa ada pembukaan lahan baru. Tapi ini masih perlu dicek lebih lanjut. Jika benar, maka ini melanggar aturan tata ruang dan alam sudah memberi isyarat. Kita tidak bisa main-main dengan kondisi seperti ini, karena risikonya semakin besar jika terus dibiarkan,” ujar Rizal dalam acara open house Lebaran di kediamannya, Senin malam (31/3/2025).

Ia menuturkan, warga setempat juga mengungkapkan banjir kali ini berbeda dari biasanya. Selain debit air lebih besar, material lumpur yang terbawa arus juga lebih pekat dan berwarna cokelat. Dugaan awal menyebutkan bahwa sedimen ini bukan berasal dari kali mati, melainkan akibat erosi tanah dari area pembukaan lahan di bagian hulu.

“Jika materialnya bukan karena patahan tanah berarti ini berasal dari aktivitas pembukaan lahan. Maka perlu investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya,” tambah Rizal.

Baca Juga :  BUMDes Jiko Banau Halbar Tebar 200 Ribu Benur

Menurutnya, mitigasi bencana tidak bisa hanya berfokus pada wilayah hilir yang terdampak banjir tetapi juga harus memperhatikan faktor-faktor di hulu yang memicu banjir. Pendangkalan sungai, alih fungsi lahan, serta berkurangnya daerah resapan air menjadi masalah serius yang perlu segera ditangani.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Ternate akan membentuk tim penyelidik dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menelusuri penyebab banjir di Kelurahan Gambesi.

“Sebelum Perda RTRW disahkan, kami akan meninjau ulang regulasi terkait pemanfaatan ruang khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan pembangunan permukiman baru. Pengawasan perizinan harus diperketat,” tegas Rizal.

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada lagi toleransi terhadap pelanggaran tata ruang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta untuk lebih selektif dalam mengeluarkan izin pembangunann terutama yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Dulu ketika permukiman masih jarang, mungkin dampaknya tidak terasa. Tapi sekarang, kita tidak bisa lagi menganggapnya sebagai hal biasa. Ini harus menjadi peringatan keras agar ada langkah preventif sebelum bencana lebih besar terjadi,” pungkasnya. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

APBD-P Maluku Utara Tahun 2026 Tembus Rp 3,211 Triliun
Semarak Kemerdekaan, PSI Ternate Gelar Turnamen Domino
Nilai 0,00 Buka Bobroknya Pengendalian Tata Ruang Dinas PUPR Malut
Sebanyak 28 Pemegang Izin Tambang Maluku Utara Belum Kantongi RKAB
BPK Temukan Anggaran Rp 256 Juta Bermasalah di Disdik Halsel, Ini Rinciannya
LHP BPK Ungkap Dinas Perkim Halsel Belum Tuntaskan Temuan Rp 413,9 Juta
Dikbud Maluku Utara Hadirkan “Satu Panggung Seribu Talenta” di Sofifi Semarakkan HUT ke-81 RI
Sekprov Malut Resmi Kick Starter Drag Race Gubernur Maluku Utara Cup II 2026

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:57 WIT

APBD-P Maluku Utara Tahun 2026 Tembus Rp 3,211 Triliun

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:23 WIT

Semarak Kemerdekaan, PSI Ternate Gelar Turnamen Domino

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:46 WIT

Nilai 0,00 Buka Bobroknya Pengendalian Tata Ruang Dinas PUPR Malut

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:32 WIT

BPK Temukan Anggaran Rp 256 Juta Bermasalah di Disdik Halsel, Ini Rinciannya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:52 WIT

LHP BPK Ungkap Dinas Perkim Halsel Belum Tuntaskan Temuan Rp 413,9 Juta

Berita Terbaru

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe. || dok : Kasedata

Daerah

APBD-P Maluku Utara Tahun 2026 Tembus Rp 3,211 Triliun

Kamis, 13 Agu 2026 - 17:57 WIT

Ketua DPD PSI Kota Ternate, Jabar Abdul

Daerah

Semarak Kemerdekaan, PSI Ternate Gelar Turnamen Domino

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:23 WIT