Bupati Halteng Jelaskan Penyebab Beasiswa Mahasiswa Belum Terbayarkan

Rabu, 17 Desember 2025 - 22:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji

Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji

Kasedata.id — Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ikram Malan Sangadji, akhirnya angkat bicara terkait beasiswa mahasiswa Halteng yang belum dicairkan atau tertunda pembayarannya.

Ikram menjelaskan, keterlambatan pencairan beasiswa itu disebabkan oleh ketidaksesuaian persyaratan administrasi yang belum dipahami secara menyeluruh sebagian mahasiswa.

Menurutnya, salah satu syarat utama pencairan beasiswa adalah legalitas dari pihak kampus seperti besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan rincian biaya pendidikan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebanyakan mahasiswa tidak memahami persyaratan. Banyak yang mengajukan rincian pembiayaan, tetapi tidak sesuai. Karena itu pembayarannya kami tunda. Syaratnya jelas, kampus harus memberikan legalitas. UKT-nya berapa, ada tambahan biaya apa saja, itu yang kami bayarkan,” ujar Ikram kepada media di Kota Ternate, Rabu (17/12/2025).

Ia menegaskan bahwa tanpa legalitas resmi dari kampus, beasiswa tidak dapat dicairkan karena seluruh anggaran akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca Juga :  Wakil Gubernur Malut Gelar Open House di Tidore 

“Kalau tidak sesuai persyaratan dan tidak ada legalitas dari kampus, tentu tidak bisa dibayarkan. Ini akan menjadi temuan saat audit BPK, tegasnya.

Ikram juga meluruskan bahwa jumlah mahasiswa yang mengalami keterlambatan pencairan beasiswa hanya sekitar 1 persen, serta menepis narasi yang menyebut ada intervensi terhadap kebebasan akademik mahasiswa.

Ikram menjelaskan Pemerintah Halteng saat ini memiliki tiga kategori beasiswa, yakni beasiswa reguler, beasiswa PNS, dan beasiswa P3K.

“Beasiswa di Halteng bukan hanya untuk mahasiswa reguler. Ada juga untuk PNS dan P3K. Untuk beasiswa reguler, mayoritas mahasiswa kuliah di luar Maluku Utara seperti di Jakarta dan Yogyakarta,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, anggaran beasiswa Halteng bersumber dari APBD Induk dengan alokasi awal sebesar 10 miliar. Seiring bertambahnya jumlah mahasiswa penerima, anggaran ini kemudian ditambah 9 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp19 miliar.

Baca Juga :  Ketua Terpilih Taekwondo Kieraha Club Siap Bawa Spirit Baru di Ternate 

Dengan nilai anggaran yang besar, Ikram menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki program Rencana Tindak Lanjut (RTL).

“ASN itu punya program RTL, jadi kami ingin ada feedback. Kalau kuliah, sebaiknya penelitiannya terkait dengan isu dan permasalahan di Halteng. Jangan sampai sudah diberikan beasiswa, tapi penelitiannya tidak relevan dengan tugas dan fungsi,” ungkapnya.

Meski demikian, Ikram menegaskan judul tesis bukan syarat utama dalam memperoleh beasiswa. Penekanan utama pemerintah daerah adalah pada kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan daerah.

“Judul tesis bukan syarat utama. Yang kami tekankan adalah bagaimana ilmu dan pengetahuan itu kembali memberi manfaat bagi Halteng,” pungkasnya. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa
Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat
Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya
Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak
SRT 1 Tak Kunjung Rampung, Wagub Maluku Utara Tagih Komitmen Kontraktor
Revitalisasi BUMD Diuji, Pemprov Malut Bidik Mesin Baru PAD

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:49 WIT

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIT

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Rabu, 30 September 2026 - 13:40 WIT

Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah

Selasa, 29 September 2026 - 18:56 WIT

Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:49 WIT