Cuaca Ekstrem, BPBD Halsel Keluarkan Himbauan Siaga Bencana 

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Halsel, Aswin Adam [Dok : Ridal/Kasedata]

Kepala BPBD Halsel, Aswin Adam [Dok : Ridal/Kasedata]

Kasedata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengeluarkan imbauan kewaspadaan atas potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor dan gelombang tinggi.

Sebelumnya, Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk terjadi di sebagian wilayah termasuk Halsel.

Kondisi itu berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas transportasi udara dan laut. Berdasarkan laporan prakiraan gelombang BMKG untuk 3 Desember 2025, tinggi gelombang laut di wilayah Maluku Utara berada pada kisaran 0.25 hingga 1.5 meter.

Kepala BPBD Halsel, Aswin Adam, menegaskan perlu kesiapsiagaan penuh dari pemerintah daerah dan pemerintah desa maupun masyarakat. Karena cuaca ini berpotensi menimbulkan hujan lebat, banjir, angin kencang, gelombang tinggi, hingga longsor yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi di sektor logistik, pelayaraan antarpulau.

“BMKG sudah memberikan peringatan dini potensi peningkatan tinggi gelombang di perairan Maluku Utara. Karena itu Warga diingatkan adanya risiko gelombang tinggi secara tiba-tiba, serta penurunan jarak pandang yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran,” pungkasnya.

Langkah antisipatif yang imbau BPBD Halsel diantaranya :

Baca Juga :  Nomenklatur Sejumlah OPD Halsel Berubah, Ini Daftarnya

1. Kenali potensi bencana di lingkungan masing-masing.

2. Waspadai kemungkinan tanah longsor, terutama di bantaran sungai atau daerah perbukitan.

3. Kurangi aktivitas di dekat pohon tua atau rawan tumbang.

4. Perhatikan tinggi gelombang dan jarak pandang saat cuaca buruk, terutama Nelayan.

5. Kepada Kepala Desa dan Camat agar pantau wilayah masing-masing.

6. Kepala Desa dan Camat agar segera laporkan ke BPBD jika bencana sudah terjadi

7. Kepala Desa dan Camat harus aktif berkoordinasi dengan masyarakat untuk langkah kesiapsiagaan. (*)

Penulis : Ridal Lahani

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara
Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa
Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat
Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya
Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak
SRT 1 Tak Kunjung Rampung, Wagub Maluku Utara Tagih Komitmen Kontraktor

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:28 WIT

Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara

Rabu, 30 September 2026 - 19:49 WIT

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIT

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Rabu, 30 September 2026 - 12:51 WIT

Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:49 WIT